JUSINDO, Vol. 6 No. 1, Januari 2024 p-ISSN: 2303-288X, e-ISSN: 2541-7207 Jurnal Sehat Indonesia: Vol. 6, No. 1, Januari 2024 | 201 KULTUR SLIDE SEBAGAI METODE MIKROSKOPIK TIDAK LANGSUNG UNTUK IDENTIFIKASI JAMUR KAPANG Conny Riana Tjampakasari 1 , Riani Agustini 2 , Ichwan Baihaki 3 , Shoffiana Noor 4 , Arleni Bustami 5 Universitas Indonesia, Indonesia 1,2,3,4,5 Email: connyrianat@yahoo.com 1 , Riani.agustini83@gmail.com 2 , iwn.bhk@gmail.com 3 , shoffianan@gmail.com 4 , arleni.ab@gmail.com 5 ABSTRAK Kata Kunci: Kultur Slide, Mikroskopik, Identifikasi, Kapang Jamur, sebagai organisme yang memiliki dampak baik dan buruk, dapat menyebabkan infeksi dan menghasilkan senyawa berbahaya seperti mikotoksin. Penelitian ini berfokus pada identifikasi morfologi mikroskopis isolat jamur kapang Aspergillus menggunakan metode kultur slide. Aspergillus merupakan jamur berbahaya yang dapat menghasilkan mikotoksin dengan dampak serius pada kesehatan manusia. Metode kultur slide terbukti efektif dalam mempertahankan morfologi jamur, memungkinkan pengamatan hifa, sporangium, dan konidia. Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan ciri khas Aspergillus sp., seperti hifa bersepta, konidiofora yang muncul dari foot cell, sterigmata, dan konidia yang membentuk rantai. Meskipun kultur slide tidak cepat, namun metode ini efektif dalam mempelajari morfologi mikroskopis jamur Aspergillus. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang morfologi mikroskopis jamur tersebut dan menyoroti pentingnya kultur slide sebagai alat identifikasi yang efektif. Identifikasi yang akurat dari Aspergillus memiliki dampak penting dalam konteks kesehatan manusia, terutama terkait dengan penyakit serius seperti Aspergillosis. Coresponden Author: Conny Riana Tjampakasari Email: connyrianat@yahoo.com Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi Pendahuluan Jamur adalah organisme yang mampu mengubah makhluk hidup dan benda mati menjadi sesuatu yang menguntungkan atau merugikan. Jamur memiliki potensi bahaya bagi kesehatan manusia atau hewan. Beberapa spesies jamur dapat menghasilkan berbagai senyawa yang disebut sebagai mikotoksin. Jamur dapat menyebabkan alergi dan infeksi serta meningkatkan kecepatan dekomposisi atau pembusukan pada bahan makanan (Wiyanna, Rahmawati, & Mukarlina, 2022); (Murray, Rosenthal, & Pfaller, 2015).