Damianus Journal of Medicine Vol.22 No.2 Agustus 2023: hal.162-172 162 Vol.22 No.2 Agustus 2023 PSEUDOMONAS AERUGINOSA BIOFILM FORMATION AND ITS RESISTANCE TO BETA-LACTAM ANTIBIOTICS PEMBENTUKAN BIOFILM BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN SIFAT RESISTENSINYA TERHADAP ANTIBIOTIK BETA-LAKTAM Cynthia Gozali 1 , Conny Riana Tjampakasari 2 1 Master Program in Biomedical Sciences, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jl. Salemba Raya No. 6, Jakarta 10320 2 Department of Microbiology, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jl. Salemba Raya No. 6, Jakarta 10320 * Korespondensi: connyrianat@yahoo.com ABSTRAK Pendahuluan: Patogen oportunistik Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri gram negatif yang menye- babkan infeksi akut dan kronis pada manusia. Pseudomonas aeruginosa memiliki struktur resistensi yang kuat dengan menempel pada permukaan yangsesuai dan membentuk matriks biofilm. Biofilm bakteri ini dapat menyebabkan resistensi alami yang lebih tinggi terhadap antibiotik karena mekanisme toleransi yang dibuat oleh biofilm. Struktur biofilm terdiri dari matriks eksopolisakarida (PsI, Pel, alginat, dan eDNA) yang sangat sulit ditembus oleh antibiotik. Alginat berperan dalam pembentukan mukus pelindung resistensi antibiotik, dan komponen Psl dan Pel berperan dalam proses pematangan biofilm dan resistensi antibiotik. Pseudomonas aeruginosa dan sistem kekebalan tubuh. Pseudomonas aeruginosa dapat mengembangkan mekanisme resistensi terhadap antibiotik beta-laktam karena adanya hubungan antara pembentukan biofilm dan resistensi antibiotik. Tujuan: Berdasarkan hal tersebut, diperlukan informasi lebih lanjut mengenai hubungan pembentukan biofilm bakteri P. aeruginosa dengan resistensinya terhadap antibiotik beta-laktam. Metode: Artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka dari berbagai literatur mengenai pembentukan biofilm bakteri P. aeruginosa dan sifat resistensinya terhadap antibiotik beta-laktam, seperti artikel penelitian dan studi yang bersangkutan. Tidak ada pembatasan jenis studi referensi artikel ini. Diskusi: Pseudomonas aeruginosa memiliki mekanisme resistensi antibiotik bawaan dan adaptif. Berkurangnya permeabilitas membran, produksi enzim yang kebal antibiotik, perubahan kromosom, dan transfer gen horizontal dari bakteri lain semuanya berkontribusi terhadap resistensi antimikroba. Pseudomonas aeruginosa dapat mengembangkan mekanisme resistensi antibiotik beta-laktam. Sifat resistensi Pseudomonas aeruginosa dapat berubah secara fenotip akibat perkembangan biofilm. Artikel ini diharapkan dapat menambah informasi untuk perkembangan penelitian terhadap penanganan dan terapi obat pada individu yang terinfeksi P. aeruginosa. Kata Kunci: biofilm, beta-laktam, Pseudomonas aeruginosa, resistensi ABSTRACT Introduction: An opportunistic pathogen, Pseudomonas aeruginosa is a Gram-negative bacteria that causes acute and chronic human infections. By adhering to appropriate surfaces and creating a biofilm matrix, Pseudomonas aeruginosa has a high-resistance structure. Due to biofilm resistance mechanisms, this bacterial biofilm may increase natural antibiotic resistance. Antibiotics have difficulty penetrating the exopolysaccharide matrix that makes up the biofilm structure (Psl, Pe, alginate, and eDNA). Alginate is involved in generating mucus, and Psl and Pel components are implicated in biofilm development and antibiotic resistance. Due to the connection between biofilm production and antibiotic resistance, Pseudomonas aeruginosa involves mechanisms of beta-lactam antibiotic resistance. Objective: On this basis, learning more about the connection between Pseudomonas aeruginosa bacteria's ability to form biofilms and their resistance to beta-lactam antibiotics is essential. Methods: We use literature methods from various literature on the biofilm formation of P. aeruginosa and its resistance to beta-lactam antibiotics, including research papers and studies with no restrictions types of studies included in this article. ARTIKEL TINJAUAN PUSTAKA