Jurnal Farmasi Higea, Vol. 16, No. 1 (2024) Available online at www.jurnalfarmasihigea.org e-ISSN : 2541-3554 p-ISSN : 2086-9827 52 Isolasi Piperin dari Lada Hitam ( Piper nigrum L) dan Uji Kemurniannya Maria Dona Octavia 1* , Erizal Zaini 2 , Hasmiwati Hasmiwati 3 , Gusti Revila 4 1 Departemen Teknologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFSRM) Padang, 25147, Sumatera Barat, Indonesia 2 Departemen Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Andalas. Padang, 25163, Sumatera Barat, Indonesia. 3 Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, 25129, Sumatera Barat, Indonesia West Sumatra, Indonesia. 4 Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, 25163, Sumatera Barat, Indonesia. *E-mail: dhonaoctavia@gmail.com Abstrak Piperin merupakan senyawa alkaloid yang terdapat di dalam lada hitam (Piper nigrum L). Pipierin diisolasi dari lada hitam dengan menggunakan metode sokletasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan piperin hasil isolasi yang memiliki kemurnian tinggi. Uji kemurnian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, meliputi monografi, kelarutan, analisa morfologi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy, KLT, panjang gelombang maksimum piperin, differensial scanning calorimetry (DSC), x-ray difrafraction (XRD), fourier transform-infra red (FT-IR), kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan penetapan kadar. Hasil isolasi piperin dibandingkan dengan piperin murni. Hasil rendemen piperin hasil isolasi diperoleh sebesar 2,156%. Hasil morfologi piperin isolasi menunjukkan serbuk kristal berbentuk batang berwarna kuning. Hasil analisis KLT diperoleh nilai Rf 0,314. Hasil Identifikasi ƛ serapan maksimum adalah 341,40 nm. Hasil pemeriksaan titik lebur dengan DSC sebesar 132,579 O C. Hasil difraktogram menunjukkan pola difraktogram yang berbeda pada rentang sudut 2Ɵ, namun masih menunjukkan sifat kristal yang sama. Analisis spektrum FT- IR menunjukkan puncak transmitan yang sama pada bilangan gelombang. Hasil KCKT dengan fase gerak asetonitril: air (90:10) menunjukkan pola kromatogram yang sama dengan waktu retensi sebesar 3,967 menit dan memiliki kadar 100,686+2,636. Hasil uji kemurnian piperin isolasi secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan piperin isolasi memiliki kemurnian yang tinggi yang sama dengan piperin murni sebagai pembandingnya. Keyword: piperin, lada hitam, uji kemurnian, sokletasi Abstract Piperine is an alkaloid compound found in black pepper (Piper nigrum L). Pipierin was isolated from black pepper using the soxhletation method. This research aims to obtain isolated piperine that has high purity. Purity tests are carried out qualitatively and quantitatively, including monography, solubility, morphological analysis using Scanning Electron Microscopy, TLC, maximum wavelength of piperine, differential scanning calorimetry (DSC), x-ray difrafraction (XRD), Fourier transform-infra red (FT -IR), high performance liquid chromatography (HPLC) and assay. The piperine isolation results were compared with pure piperine. The yield of isolated piperine was 2.156%. The morphology results of the isolated piperine showed a yellow rod-shaped crystalline powder. The results of the TLC analysis obtained an Rf value of 0.314. Identification Results The maximum absorption is 341.40 nm. The results of the melting point examination with DSC were 132.579 OC. The diffractogram results show a different diffractogram pattern in the 2Ɵ angle range, but still show the same crystal properties. FT-IR spectrum analysis shows the same transmittance peaks at wave numbers. HPLC results with the mobile phase acetonitrile: water (90:10) showed the same chromatogram pattern with a retention time of 3.967 minutes and a concentration of 100.686+2.636. The qualitative and quantitative purity test results of isolated piperine show that isolated piperine has the same high purity as pure piperine as a comparison. Keywords: piperine, black pepper, purity test, soxhletation PENDAHULUAN Piperin merupakan senyawa alkaloid dan komponen bioaktif utama dari lada hitam yang memberikan rasa pedas (Gorgani et al., 2017; Parthasarathy et al., 2008). Jumlah piperin bervariasi pada tanaman Piperaceae, berkisar antara 2% sampai 7,4% (Parthasarathy et al., 2008), namun pada lada hitam kandungan piperin mencapai 9% (Raman & Gaikar, 2002). Beberapa laporan menunjukkan kandungan piperin pada lada hitam hingga 9% (Raman dan Gaikar, 2002), 4% pada buah cabai panjang (Piper longum L.), dan 4,5% pada buah cabai Bali (Piper retrofractum Vahl (Raman & Gaikar, 2002). Kandungan ini dapat