155 Analisis Nilai Tambah Abon Pepaya Di Kelompok Wanita Tani D’Sekar Desa Gempolan Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Nugraheni Retnaningsih 1)* , Syahrul Setiawan 1) , Agung Setyarini 1) 1) Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Jl. Letjend S. Humardani No 1 Jombor Sukoharjo, Telp (0271) 593156, email:nretna@gmail.com Abstrak Buah pepaya merupakan koditas hasil pertanian yang mudah mengalami kerusakan, tanpa pengolahan tidak bisa disimpan lama. Diupayakan suatu cara agar bisa memberikan nilai tambah , maka diolah menjadi abon pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya biaya total, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, dan nilai tambah dari abon pepaya. Metode penentuan lokasi secara purposive sampling yaitu di KWT D’sekar, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Metode dasar yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penentuan responden secara purposive sampling kepada 5 responden. Pengambilan data melalui wawancara dengan ke-5 responden tersebut yaitu ketua, bendahara, sekretaris, dan 2 anggota. Metode análisis data menggunakan analisa biaya total, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, nilai tambah dihitung menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan satu bulan produksi abon pepaya sebesar Rp.514.680,2 menghasilkan penerimaan sebesar Rp.1.500.000, keuntungan sebesar Rp.985.319,8. Berdasarkan analisis kelayakan diperoleh R/C Ratio sebesar 2,9 dan B/C Ratio sebesar 1,9 yang berarti usaha abon pepaya di KWT D’sekar menguntungkan dan layak diusahakan. Hasil analisis nilai tambah abon pepaya dengan metode Hayami diperoleh Rp.865.500/kg pepaya atau dengan rasio 92,32%, dapat digolongkan tinggi karena memiliki rasio nilai tambah > 40%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.850.500/kg atau dengan rasio keuntungan sebesar 98,26%%, ini tergolong usaha yang padat modal karena rasio pendapatan tenaga kerja langsung sangat kecil (1,63%) dibandingkan dengan rasio keuntungan pemilik perusahaan (92,19%). Kata kunci: Nilai tambah, Abon pepaya, KWT D’Sekar Abstract Papaya fruit that used without processing cannot be stored for long. We are trying to find a way to provide added value, so it is processed into shredded papaya. This research aims to find out the total costs, revenues, profits, business feasibility and added value of shredded papaya. The location determination method was purposive sampling, namely at KWT D'sekar, Gempolan Village, Kerjo District, Karanganyar Regency. The basic method used is descriptive qualitative with a quantitative approach. The method for determining respondents was purposive sampling of 5 respondents. Data were collected through interviews with the 5 respondents, namely the chairman, treasurer, secretary and 2 members. The data analysis method uses total costs, revenues, profits, business feasibility, added value calculated using the Hayami method. The research results show that the total costs incurred in one month of producing shredded papaya are IDR 514,680.2, resulting in revenues of IDR 1,500,000, a profit of IDR 985,319.8. Based on the feasibility analysis, the R/C Ratio is 2.9 and the B/C Ratio is 1.9, which means the papaya shredded business in KWT D'sekar is profitable and worth pursuing. The results of the analysis of the added value of papaya floss using the Hayami method obtained Rp. 865,500/kg papaya or with a ratio of 92.32%, which can be classified as high because it has a value added ratio of > 40%. The profit obtained was IDR 850,500/kg or with a profit ratio of 98.26%%, this is classified as a capital intensive business because the direct labor income ratio is very small (1.63%) compared to the company owner's profit ratio (92.19 %).. Keywords: Value added, Shredded papaya, KWT D’Sekar.