JURNAL HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Webesite: https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/HERITAGE Volume 9,N0,2, Halaman 223-230 223 Submitted: Desember 2021, Accepted: Desember 2021, Published: Desember 2021 ISSN: 2088-0626 (printed), ISSN: 2442-7365 (online) PERANAN MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN BAGI ANAK PENYANDANG DISLEKSIA Ninuk Riswandari 1 , Nurma Yuwita 2 Universitas Yudharta Pasuruan nriswandari@gmail.com, nurma@yudharta.ac.id Abstract : The success of the learning process is when students are able to absorb and understand the information provided by educators. However, not all children have normal conditions that are able to absorb all information without any difficulties. For children with dyslexia, the main learning processes related to reading, writing and arithmetic are activities that are quite difficult for them. This disorder is due to congenital biological factors of the child. The sensitivity of teachers and parents in detecting children with dyslexia is very necessary in order to support their growth and development. Because of the learning difficulties experienced by children with dyslexia, media is needed that helps their learning process so that the transformation of information from teachers to students can be well received. Media that can be used can be in the form of human-based media, print, audio, or audio-visual-based media. The form of the picture will usually be more easily understood by children with dyslexia. Keywords : dyslexia, learning difficulties, communication media Abstrak : Keberhasilan dari proses pembelajaran adalah ketika peserta didik mampu menyerap dan memahami informasi yang diberikan oleh tenaga pendidik. Akan tetapi tidak semua anak memiliki kondisi yang normal yang mampu menyerap semua informasi tanpa ada kesulitan. Bagi anak penyandang disleksia proses belajar utamanya yang berkaitan dengan membaca, menulis dan berhitung adalah kegiatan yang cukup menyulitkan mereka. Gangguan ini dikarenakan faktor biologis bawaan dari anak tersebut. Kepekaan guru dan orang tua dalam mendeteksi anak dengan gangguan disleksia ini sangat diperlukan dalam rangka mendukung tumbuh kembangnya. Karena kesulitan belajar yang dialami oleh anak dengan disleksia maka diperlukan media yang membantu proses belajar mereka agar transformasi informasi dari guru ke siswa dapat diterima dengan baik. Media yang dapat digunakan bisa berupa media berbasis manusia, cetak, audio, maupun media berbasis audio visual. Bentuk gambar biasanya akan lebih mudah dipahami oleh anak penyandang disleksia. Kata Kunci : disleksia, kesulitan belajar, media komunikasi METODE Dalam penulisan ini menggunakan studi literatur dengan permasalahan bagaimana peran media komunikasi pembelajaran bagi anak penyandang disleksia. Penulis menggunakan data sekunder dengan metode pengumpulan literatur studi pustaka. Setelah data diperoleh, maka data tersebut dikompliasi, dianalisa kemudian diambil kesimpulan. PENDAHULUAN