Jurnal Sain Peternakan Indonesia Available at https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/index DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.4.359-367 P-ISSN 1978-3000 E-ISSN 2528-7109 Volume 14 Nomor 4 edisi Oktober-Desember 2019 359 | Total bakteri , fungi, dan nutrisi ampas kelapa diberi ekstrak daun kersen (Karina et al., 2019) Total Bakteri dan Fungi serta Kandungan Nutrisi dari Ampas Kelapa yang Diberi Ekstrak Daun Kersen dengan Lama Penyimpanan Berbeda Total Bacteria and Fungi as well as Nutrient Content of Coconut Pulp Added with Cherry Leaf Extract in Different Storage Periods A. E. Karina, R. I. Pujaningsih dan T. Yudiarti Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Corresponding Author : eryekarina@gmail.com ABSTRACT This study aimed to determine and evaluate the effect of added cherry leaf extract on coconut pulp on total bacteria and fungi along with nutrient content in different storage periods. Cherry leaf extract was extracted using soxhletation method. The concentration of cherry leaf extract used was 50%. Coconut pulp was given two treatments, T0 was not added with cherry leaf extract and T1 was added with cherry leaf extract with a ratio of 10: 1 (w / v) given treatment storage duration of each M0 (week 0 storage time), M2 (week 2 storage time) and M4 (week 4 storage time). The design used was Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern with 2 factor treatments and 3 replications. The parameters observed were total fungi, total bacteria, and nutrient content. The treatments of added cherry leaf extract was significantly different (p<0.05) on total of fungi, total bacteria, crude fat content, and crude protein content. The treatment of storage time was significantly different (P <0.05) on water content, ash content and crude fiber of coconut pulp. Cherry leaf extract added to coconut pulp can reduce the total number of fungi but can not decrease on the number of total bacteria nor do preserve nutrient content of coconut pulp during storage. Key words: coconut pulp, cherry leaf extract, total fungi, total bacteria, nutrient content. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh dari pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa terhadap total bakteri, total fungi serta kandungan nutrisi pada lama penyimpanan yang berbeda. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapa diberi 2 perlakuan yaitu T 0 tidak ditambah ekstrak daun kersen dan T 1 ditambah ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) serta diberi perlakuan lama penyimpanan masing-masing M 0 (lama penyimpanan minggu ke -0), M 2 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan M 4 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah total bakteri, total fungi dan kandungan nutrisi. Perlakuan pemberian ekstrak daun kersen berbeda nyata (P < 0,05) terhadap total fungi, total bakteri, kadar lemak kasar, dan kadar protein kasar. Sedangkan lama penyimpanan berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar air, kadar abu dan serat kasar ampas kelapa. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa mampu mengurangi pertumbuhan fungi, namun tidak dapat mengurangi pertumbuhan bakteri serta tidak dapat mempertahankan kandungan nutrisi ampas kelapa selama penyimpanan. Kata kunci: Ampas kelapa, ekstrak daun kersen, total fungi, total bakteri, kandungan nutrisi. PENDAHULUAN Ampas kelapa merupakan limbah hasil samping dari pembuatan santan. Limbah pertanian ini tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal (Hidayati, 2011). Ampas kelapa dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak unggas terutama ayam (Yamin, 2008). Pemanfaatan ampas kelapa untuk pakan dapat menggantikan sebagian penggunaan bahan pakan yang harganya tinggi, sehingga dapat mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan keuntungan (Farizaldi, 2016). Kandungan nutrien yang terdapat dalam ampas kelapa yaitu protein 5,78%; lemak 38,24% dan serat kasar 15,07% (Putri, 2010) dan zat anti nutrisi yaitu 61% galaktomanan, 26% manan, dan 16% selulosa (Pravitasari, 2017).