J I T A A Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture Accredited by Ditjen Penguatan Risbang No. 60/E/KPT/2016 J. Indonesian Trop. Anim. Agric. pISSN 2087-8273 eISSN 2460-6278 http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jitaa 45(2):103-114, June 2020 DOI: 10.14710/jitaa.45.2.103-114 Breast meat characteristics of broilers fed fermented mixture of cassava pulp and Moringa oleifera leaf meal S. Sugiharto*, E. Widiastuti, I. Isroli, T. Yudiarti, T. A. Sartono and H. I. Wahyuni Department of Animal Science, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Tembalang Campus, Semarang 50275 - Indonesia *Corresponding E-mail: sgh_undip@yahoo.co.id Received December 31, 2019; Accepted April 16, 2020 ABSTRAK Penelitian dilakukan dengan tujuan mengkaji pengaruh pemberian fermentasi campuran onggok dan tepung daun kelor (Moringa oleifera) (FCPMO) terhadap karakteristik daging ayam broiler. Mulai hari ke-8 dan seterusnya, 400 ayam broiler stain Lohmann didistribusikan ke empat kelompok perlakuan meliputi CONT (ransum kontrol berbasis jagung dan kedelai tanpa aditif), BACI (ransum kontrol ditambah 0,1% antibiotik zinc bacitracin), FERM (ransum mengandung 20 % FCPMO) dan FERB (ransum mengandung 20% FCPMO dan 0,1% probiotik Bacillus subtilis). Pada hari ke-35, satu ayam pejantan dari setiap pen (10 ayam per kelompok perlakuan) disembelih. Sampel daging dada selanjutnya diambil untuk analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FCPMO tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH dan water holding capacity (WHC) daging ayam. Dibandingkan kelompok lain, daging dari kelompok FERB memiliki susut masak yang lebih tinggi (P<0,05). Daging FERM dan FERB memiliki kadar air lebih rendah (P<0,05) daripada daging CONT dan BACI. Pemberian FCPMO dengan atau tanpa B. subtilis meningkatkan (P<0,05) kandungan protein kasar pada daging ayam. Perlakuan FCPMO menghasilkan kadar lemak yang lebih rendah (P<0,05) dalam daging. Dibandingkan daging lainnya, daging BACI memiliki kadar abu yang lebih tinggi (P<0,05). Kandungan kolesterol cenderung lebih rendah (P=0,08) pada FERB daripada pada daging BACI dan FERM. Nilai IC 50 2,2- diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) lebih tinggi (P<0,05) dalam daging CONT dibandingkan daging lain. Pemberian FCPMO menghasilkan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) lebih tinggi (P<0,05), asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) lebih rendah (P<0,05) dan tidak berpengaruh terhadap asam lemak jenuh (SFA) daging dada ayam broiler. Sebagai kesimpulan, pemberian FCPMO menghasilkan daging ayam yang lebih sehat tercermin dari tingginya kandungan protein, PUFA dan antioksidan, serta rendahnya lemak pada daging. Kata kunci : asam lemak daging, ayam broiler, kualitas daging, pakan fermentasi ABSTRACT The present study aimed to investigate the effect of feeding fermented mixture of cassava pulp and M. oleifera leaf meal (FCPMO) on the breast meat characteristics of broiler chickens. From day 8 onward, 400 Lohmann broiler chicks were allotted to four dietary groups included CONT (maize- soybean-based feed with no additive), BACI (maize-soybean-based feed supplemented with 0.1% zinc bacitracin), FERM (feed containing 20% of FCPMO) and FERB (feed containing 20% of FCPMO and 0.1% probiotic Bacillus subtilis). At day 35, one male chick from each replicate (10 chicks per treatment group) was taken and slaughtered. After being eviscerated and de-feathered, sample of breast meat was Meat Traits of Broiler Fed Fermented Feed (S. Sugiharto et al.) 103