KONTRIBUSI ILMU GARĪB AL-ḤADĪṠ DALAM MEMAHAMI HADIS Ach Baiquni Al-Bukhārī: Jurnal Ilmu Hadis 143 Vol. 1, No. 1, Januari-Juli 2018 M/1439 H KONTRIBUSI ILMU GARĪB AL-ḤADĪṠ DALAM MEMAHAMI HADIS Ach Baiquni Mahasiswa Program Doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. Djuanda No. 95 Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Ciputat Tangerang Selatan 15412 Indonesia Peneliti pada Pusat Studi Nusantara (PUSARA) Sekretariat Pusat Studi Nusantara, Komplek Bumi Pamulang Pratama G12 Bambu Apus Pamulang Tangerang Selatan 15415, Indonesia Email: baiquni@uinjkt.ac.id Abstract The Arabic language used in the life of the Prophet Muhammad is partially different from the Arabic language used in the mass of the book of Hadith so that the scholars of hadith at that time, difficult to understand some of the meaning of the hadith and the words contained in the text of hadith were unpopular among them. This is because Arabic has experienced acculturation with non-Arabic language caused by the number of non-Arab converts to Islam. Those elusive words are known as garīb (foreign). The study that discusses the foreign word in the hadith is called the science of the hadith garīb. This science has contributed to many scholars who have not understood the meaning of hadith. This research is trying to trace how much contribution of science garīb hadith in comprehending hadith?. The method of this study uses literature study by tracing the foreign words (garīb) contained in the text of hadith and used by the scholar of hadith. This study found that the study of garīb hadith helped quite a lot of hadiths to understand the content of hadith. Keywords: The Science of Hadith Garīb, Understanding of Hadith, Syarah Abstrak Bahasa Arab yang digunakan pada masa kehidupan Nabi Muhammad sebagian kalimatnya berbeda dengan bahasa Arab yang digunakan pada massa pembukuan hadis sehingga para ahli hadis pada masa itu, susah memahami sebagian makna hadis dan kata-kata yang terdapat dalam teks hadis yang tidak populer di kalangan mereka. Hal ini terjadi karena bahasa Arab telah mengalami akulturasi dengan bahasa non Arab yang diakibatkan oleh banyaknya orang non Arab masuk Islam. Kata-kata yang susah dipahami tersebut dikenal dengan istilah garīb (asing). Kajian yang membahas kata asing dalam hadis disebut dengan ilmu garīb hadis. Ilmu ini sudah banyak berkontribusi membantu para ahli hadis yang tidak memahami makna hadis. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri seberapa besar kontribusi ilmu garīb hadis dalam memahami hadis?. Adapun metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan menelusuri kata-kata asing (garīb) yang terdapat dalam teks hadis dan digunakan oleh pensyarah hadis. Penelitian ini menemukan bahwa kajian ilmu garīb hadis cukup membantu pensyarah hadis untuk memahami kandungan hadis. Kata Kunci: Ilmu Garīb Hadis, Pemahaman Hadis, Syarah Pendahuluan Bahasa Arab terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, bahkan bahasa Arab pada masa Nabi Muhammad saw. berbeda dengan zaman penulisan buku atau kitab syarah hadis, sehingga mereka susah memahami sebagian makna hadis dan kata-kata yang terdapat dalam teks hadis tidak populer di kalangan mereka. Hal ini terjadi karena bahasa Arab telah mengalami akulturasi dengan bahasa non Arab yang diakibatkan oleh banyaknya orang non Arab masuk Islam. Peristiwa ini terjadi ketika para sahabat Nabi