http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jtk 46 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI Volume 9, No.1, Januari 2023 P-ISSN 2442-2436, E-ISSN: 2550-0120 Akreditasi Ristekdikti, No: 36/E/KPT/2019 (Sinta 4) DOI: 10.31294/jtk.v4i2 Pengujian Antena Yagi Grid Extreme Sebagai Alat Penguat Sinyal Di Desa Tebat Benawa Dedi Setiadi 1 , Asep Syaputra 2 1,2 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Pagar Alam Jalan Masik Siagim No. 75 Kel. Karang Dalo Kec. Dempo Tengah Kota Pagar Alam 1 e-mail: dedisetiadi1212@gmail.com 2 e-mail: asepsyaputra68@gmail.com Diterima 13-10-2022 Direvisi 17-11-2022 Disetujui 10-01-2023 Abstrak - Desa Tebat Benawa kota Pagar Alam terletak di dataran tinggi yang di kelilingi banyak bukit dan pepohonan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sinyal yang dipancarkan oleh tower Base Tranceiver Station (BTS) yang berada ±12 km ke desa Tebat Benawa menjadi kurang baik. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas jaringan wifi di desa Tebat Benawa dengan memanfaatkan antena yagi grid extreme sebagai alat penguat sinyal. Dalam penelitian ini menggunakan metode Prepare, Plan, Design, Implemant, Operate, Optimaze (PPDIOO), karena di dalam metode ini terdapat tahapan-tahapan yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas jaringan wifi dengan menggunakan antena yagi grid extreme di desa Tebat Benawa. Pada saat sebelum pemasangan antena yagi grid extreme, kekuatan sinyal wifi yang didapat bernilai 2,1 Kbps yang berarti kekuatan sinyalnya dikisaran sinyal E atau EDGE (Enchance Data Rate for GSM Eolution) yang artinya transfer data yang ada terasa lambat. Pada pengukuran setelah menggunakan antena yagi grid extreme didapatkan kekuatan sinyal ddalam ruang tertutup dengan nilai -32 dBm dengan kecepatan 80 Mbps, akan tetapi ketika jangkauan pengguna 20 meter dari antenna maka kekuatan sinyal wifi menjadi -89 dBm dengan kecepatan 19 Mbps. Sedangkan pengujian ketika antena di pasang di luar dengan tiang penyangga, kekuatan sinyal wifi yaitu -23 dBm dan kecepatan 72 Mbps, yang berarti sinyal berada pada kategori excellent atau sangat baik. . Kata Kunci : BTS, Yagi Grid Extreme, PPDIOO Abstract - The village of Tebat Benawa, the city of Pagar Alam, is located in a highland surrounded by many hills and trees. This is one of the factors that causes the signal emitted by the Base Tranceiver Station (BTS) tower which is ±12 km to the village of Tebat Benawa to be less good. Therefore, to improve the quality of the wifi network in the village of Tebat Benawa by utilizing the yagi grid extreme antenna as a signal amplifier. In this study, the Prepare, Plan, Design, Implemant, Operate, Optimaze (PPDIOO) method is used, because in this method there are steps that can assist in improving the quality of the wifi network by using an extreme yagi grid antenna in the village of Tebat Benawa. Prior to the installation of the Yagi Grid Extreme antenna, the wifi signal strength obtained was 2.1 Kbps, which means the signal strength is in the E or EDGE (Enchance Data Rate for GSM Eolution) signal range, which means that data transfer is slow. In measurements after using the Yagi Grid Extreme antenna, the signal strength in a closed room was obtained with a value of -32 dBm with a speed of 80 Mbps, but when the user's range was 20 meters from the antenna, the wifi signal strength became - 89 dBm with a speed of 19 Mbps. While the test when the antenna is installed outside with a support pole, the wifi signal strength is -23 dBm and the speed is 72 Mbps, which means the signal is in the excellent or very good category. Keywords: BTS, Yagi Grid Extreme, PPDIOO