Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Lembaga Penellitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 24, No 1 (2024): Februari, 290-294 DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4590 e-ISSN: 2549-4236, p-ISSN: 1411-8939 290 Perbedaan Jumlah Koloni Bakteri Subgingiva Setelah Menyikat Gigi dengan Berbagai Pasta Gigi yang Mengandung Bahan Herbal Sirih (Peper betle Linn.), Siwak (Salvadaro persica) dan Cengkeh (Eugenia caryophyllus) pada Anak dengan Disabilitas Intelektual Karin Tika Fitria*, Mira Sri Gumilar Prodi Terapi Gigi Program Sarjana Terapan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jambi Prodi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jambi *Correspondence: karintika.fitria@poltekkesjambi.ac.id Abstrak. Anak dengan Disabilitas Intelektual memiliki risiko penyakit gigi mulut seperti karies dan penyakit periodontal yang lebih tinggi dibanding dengan anak lainnya. Sehingga diperlukan upaya yang dapat membantu memaksimalkan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Banyaknya bahan herbal di masyarakat yang terbukti memiliki efek antobakterial mulai banyak diformulasikan dalam pasta gigi, sehingga tidak hanya memberikan efek pembersihan mekanis terhadap plak, namun juga diharapkan memberikan efek antibakteri dan menghambat pertumbuhan plak lebih lama pada rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan koloni bakteri subgingiva setelah menyikat gigi dengan berbagai pasta gigi yang mengandung bahan herbal pada anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian dilakukan menggunakan desain eksperimental semu dengan desain pre- post kontrol grup. Sampel cairan subgingiva diambil dari responden anak berusia 6-12 tahun sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan 4 kelompok yaitu (K) tanpa pasta gigi, (A) pasta gigi mengandung sirih ( Peper betle Linn.), (B) Pasta gigi mengandung Siwak (Salvadaro persica) dan (C) Pasta gigi mengandung Cengkeh (Eugenia caryophyllus). Kemudian dibiakkan dalam media Plate Count Agar selama 48 jam. Kemudian dilakukan penghitungan jumlah koloni dengan metode Total Plate Count (TPC) menggunakan Colony Counter. Analisis statistik dilakukan menggunakan Wilcoxon dan Kruskal Wallis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah CFU (colony-forming unit) setelah menyikat gigi. Penurunan signifikan diperoleh pada pasta B (p value =0,046) dan pasta C (p value= 0,028). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pasta gigi yang mengandung bahan siwak dan cengkeh efektif menurunkan jumlah koloni bakteri yang terbentuk pada sampel cairan subgingiva. Kata kunci: cairan subgingiva, disabilitas intelektual, peper betle linn, salvadaro persica, euginia caryophyllus, daun sirih, siwak, cengkeh Abstract. Children with Intellectual Disabilities have a higher risk of oral diseases such as dental caries and periodontal diseases compared to other children. Therefore, efforts are needed to help maximize the prevention of these diseases. The abundance of herbal materials in the community, which have been proven to have antibacterial effects, has been increasingly formulated into toothpaste. This is expected not only to provide a mechanical cleaning effect on plaque but also to have antibacterial effects and inhibit plaque growth for a longer period in the oral cavity.This research aims to determine the difference in subgingival bacterial colonies after brushing teeth with various herbal-containing toothpaste in children with intellectual disabilities. The study was conducted using a quasi-experimental pre-post control group design. Subgingival fluid samples were taken from respondents aged 6-12 years before and after brushing their teeth with four groups: (K) without toothpaste, (A) toothpaste containing betel leaves (Piper betle Linn.), (B) toothpaste containing Miswak (Salvadora persica), and (C) toothpaste containing Clove (Eugenia caryophyllus). The samples were then cultured in Plate Count Agar media for 48 hours. Colony counting was performed using the Total Plate Count (TPC) method with a Colony Counter. Statistical analysis was conducted using Wilcoxon and Kruskal-Wallis tests.The results of the study showed a decrease in the number of CFUs (colony-forming units) after brushing teeth. Significant reductions were obtained in toothpaste B (p-value = 0.046) and toothpaste C (p-value = 0.028). In conclusion, toothpaste containing Miswak and Clove effectively reduces the number of bacterial colonies formed in subgingival fluid samples.. Keywords: Subgingival fluid, intellectual disability, peper betle linn, salvadaro persica, eugenia caryophyllus, betel leaves, miswak, clove