Building of Informatics, Technology and Science (BITS)
Volume 4, No 3, Desember 2022 Page: 1530−1535
ISSN 2684-8910 (media cetak)
ISSN 2685-3310 (media online)
DOI 10.47065/bits.v4i3.2609
Copyright © 2022 Nicolaus Euclides Wahyu Nugroho, Page 1530
This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Pendekatan Algoritma Tree dalam Prediksi Populasi pada Smart
Poultry
Nicolaus Euclides Wahyu Nugroho
1
, Nur Ghaniaviyanto Ramadhan
2
, Merlinda Wibowo
3
, Sigit Pramono
4,*
1,3
Fakultas Informatika, Informatika, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Indonesia
2
Fakultas Informatika, Rekayasa Perangkat Lunak, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Indonesia
4
Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro, Teknik Telekomunikasi, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Indonesia
Email:
1
nico@ittelkom-pwt.ac.id,
2
ghani@ittelkom-pwt.ac.id,
3
merlinda@ittelkom-pwt.ac.id,
4,*
sigit@ittelkom-pwt.ac.id
Email Penulis Korespondensi: sigit@ittelkom-pwt.ac.id
Submitted: 01/12/2022; Accepted: 24/12/2022; Published: 30/12/2022
Abstrak−Sistem cerdas dalam monitoring unggas di dalam kandang saat ini sedang mengalami trend meningkat di beberapa
penelitian. Monitoring unggas sangat penting dilakukan di dalam kandang supaya dapat mengetahui kondisi ayam dan lingkungan
di kandang. Kondisi yang dapat dipantau antara lain berat ayam, ketersediaan air apakah cukup atau tidak dalam sehari, kadar CO2
di dalam kandang, temperature udara dan kelembapan udara di kandang. Saat ini beberapa penelitian telah melakukan studi tentang
monitoring kandang unggas menggunakan sensor-sensor berbasis IoT. Akan tetapi saat ini belum ada yang melakukan prediksi
terkait populasi unggas untuk esok hari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi jumlah populasi unggas di dalam
kandang berdasarkan parameter terkait. Metode prediksi yang digunakan penelitian ini yaitu decision tree dan Support Vector
Machine (SVM) untuk melihat metode prediksi mana yang lebih baik. Teknik evaluasi hasil yang digunakan penelitian ini yaitu
Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolut Error (MAE), dan R
2
. Hasil eksperimen menunjukkan
bahwa dengan menggunakan metode decision tree hasil MSE 61987.202, RMSE 248.972, MAE 85.086, dan R
2
0.969. Secara
keseluruhan hasil metode decision tree lebih unggul dibandingkan SVM.
Kata Kunci: IoT; Decision Tree; Smart Poultry; Prediction; RMSE
Abstract− Intelligent systems for monitoring poultry in kennels are experiencing an increasing trend in several studies. Monitoring
poultry is very important in the cage so that you can find out the chickens' condition and environment in the cage. Conditions that
can be monitored include the weight of the chickens, whether or not there is enough water in a day, CO2 levels in the cages, air
temperature, and humidity in the cages. Several studies have been conducted studies on monitoring poultry cages using IoT-based
sensors. However, people have yet to predict the poultry population for tomorrow. So this study aims to predict the number of
poultry populations in kennels based on related parameters. The prediction method used in this research is a decision tree and
Support Vector Machine (SVM) to see which prediction method is better. The results evaluation techniques used in this study are
Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), and R2. The experimental results
show that using the decision tree method, and the results are MSE 61987.202, RMSE 248.972, MAE 85.086, and R2 0.969. Overall
the results of the decision tree method are superior to SVM.
Keywords: IoT; Decision Tree; Smart Poultry; Prediction; RMSE
1. PENDAHULUAN
Smart poultry merupakan perkembangan teknologi saat ini untuk monitoring unggas seperti ayam di dalam kandang
[1]. Bahkan menjelang tahun 2050, permintaan global akan daging unggas akan menjadi lebih dari dua kali lipat
dibandingkan tahun 2005, dan permintaan telur ayam akan meningkat hampir 40% [2]. Permintaan telur ayam yang
meningkat tersebut dapat menimbulkan persaingan di dunia peternakan unggas [3]. Berdasarkan hal tersebut, sehingga
saat ini monitoring unggas dilakukan oleh beberapa peneliti dengan menggunakan sensor-sensor berbasis Internet of
Things (IoT) untuk dapat melakukan control suhu kandang unggas ataupun prediksi berat dan populasi unggas.
Pemantauan unggas di kandang dalam bidang peternakan penting dilakukan untuk memastikan permintaan pasar
terpenuhi terkait telur ataupun ayam. Hal yang tidak diharapkan seperti ayam menjadi susah dicari dan telur menjadi
sangat mahal tentu akan sangat berdampak bagi konsumsi protein masyarakat.
Saat ini penelitian terkait monitoring unggas sudah banyak dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Astill, et al
membahas tentang precision livestock farming (PLF) dengan menggunakan IoT dan big data [4]. Akhund, et al
melakukan tujuan untuk membuat sistem peternakan unggas pintar berbasis IoT, yang dimana power supply
dikembangkan dengan menggunakan energi terbarukan terutama dengan energi surya dan nanohidro [5]. Peneliti
Bumanis, et al melakukan cyber-physical model diusulkan sebagai dasar untuk pengembangan sistem manajemen
peternakan unggas pintar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi tertentu, beberapa sensor CO2 (karbon
dioksida) dan NH3 (amonia) dipasang untuk mengumpulkan data [6]. Corkery, et al memberikan ikhtisar pemantauan
dan teknologi sensor kinerja dalam produksi unggas. Parameter lingkungan kritis yang relevan dengan produksi
unggas antara lain suhu udara, kelembaban relatif, cahaya, kecepatan udara dan kualitas udara (khususnya konsentrasi
CO2 dan NH3) [7].
Ada juga penelitian yang dilakukan terkait analisa pengaruh pertumbuhan maupun berat unggas dalam
kaitannya dengan daun bubuk Moringa oliefera dan azadirachta indica [8]. Bahkan ada study yang secara khusus
menerapkan smart poultry berbasis IoT pada sebuah negara yaitu Brunei [9]. Study lain menganalisis menggunakan
aplikasi berbasis machine learning yaitu support vector machine (SVM) dalam melakukan prediksi pertumbuhan dan
Kesehatan ayam dan kemampuan algoritma machine learning untuk mengatasi input data yang tinggi dan non-linear