212 Paramita: Historical Studies Journal, 27(2), 2017 ABSTRACT Most history writing involves and actualizes different perspectives and approaches. As a historiography, the past is usually constructed with value judgment from which historian creates the narrative of history. This article deals with the way how Indonesian historiog- raphy excludes systematically the maritime world of western coast of Sumatra and the adjacent islands. The grand narrative of Indo- nesian history stays in the land of Sumatra and hardly goes to the water world of the sur- rounding islands. The applied approach is in- spired partly by the exclusion and inclusion nature of historiography developed by those who comprehensively critical to the national historical canon, of which maritime world of the western coast of Sumatra and the adjacent islands together people live there is assumed historically not important in representing mod- ern, civilized, and globalized Indonesia. The source material uses consists chiefly of second- ary sources. The aim here is not to open de- bate over what is the reality of the maritime world of western coast of Sumatra and the adjacent islands, but to argue about marginali- zation and exclusion of the area, and to ex- plain why Indonesian national narrative ne- glecting it. Keywords: Western coast of Sumatra, mari- time world, adjacent islands, exclusion, mar- ginalization, historiography : ABSTRAK Sebagian besar penulisan sejarah melibatkan dan menghadirkan berbagai cara pandang dan pendekatan. Sebagai historiografi, masa lalu biasanya dikonstruksi berdasarkan nilai terten- tu yang digunakan oleh sejarawan untuk membangun narasi sejarah. Tulisan ini mem- bahas tentang bagaimana historiografi Indone- sia mengeksklusi secara sistematis dunia mari- tim pantai barat Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya. Narasi besar sejarah Indonesia berada di daratan Sumatera, dan hampir- hampir tidak menyentuh dunia air dan pulau- pulau di sekitarnya. Dasar berpikir yang di- terapkan terinspirasi sebagian oleh prinsip- prinsip eksklusif dan inklusif secara historio- grafis yang dikembangkan oleh mereka yang kritis terhadap kanon sejarah nasional, dimana dunia maritim pantai barat Sumatera dan pu- lau-pulau di sekitarnya termasuk masyarakat yang ada di dalamnya diasumsikan secara historis tidak penting untuk mewakili Indone- sia yang mondern, beradab, dan global. Tuli- san ini terutama menggunakan sumber-sumber sekunder. Tujuan tulisan ini bukan untuk membuka perdebatan mengenai apa kenya- taan yang terjadi di dunia maritim pantai barat Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya, na- mun untuk menyatakan adanya marginalisasi dan eksklusi atas daerah tersebut beserta masyarakatnya, serta untuk menjelaskan mengapa narasi nasional sejarah Indonesia mengkerdilkan dan mengabaikannya. Kata kunci: Pantai barat Sumatera, pulau- pulau di sekitarnya, dunia maritim, eksklusi, marginalisasi, historiografi RUANG MARITIM DI SISI BARAT PULAU SUMATERA YANG DIABAIKAN, SEBUAH TINJAUAN HISTORIOGRAFIS Bambang Purwanto Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada Author correspondence Email: purwantougm@yahoo.co.uk Available online at http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita Paramita: Historical Studies Journal, 27 (2), 2017: 212-228 ISSN: 0854-0039, E-ISSN: 2407-5825 DOI: http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v27i2.11162