Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes -------------------------- Volume 12 Nomor Khusus, April 2021 p-ISSN 2086-3098 e-ISSN 2502-7778 Peringatan Hari Kesehatan Sedunia 167 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------ http://forikes-ejournal.com/index.php/SF DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf12nk232 Stimulasi Auditori pada Pasien Cedera Kepala dengan Penurunan Kesadaran Tri Wahyuni Ismoyowati Departemen Sarjana Keperawatan, STIKes Bethesda Yakkum Yogkayarta; maya@stikesbethesda.ac.id Emiliana Binarti Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners, STIKes Bethesda Yakkum Yogkayarta; binartiemiliana@gmail.com (koresponden) Restu Mahanani Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners, STIKes Bethesda Yakkum Yogkayarta; nanarmhn@gmail.com Silas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners, STIKes Bethesda Yakkum Yogkayarta; silasbagz1@gmail.com ABSTRACT Head injury is a disease that can decrease a person's level of consciousness. Based on the results of the 2018 Basic Health Research, the comparison of the incidence of head injuries in Indonesia in 2013 reached 8.2% of the population and in 2018 increased to 9.2%. Providing sensory stimulation in the form of auditory stimulation as early as possible is very important for survival, quality of life, and long-term prognosis in head injury patients because hearing is the last sense function that functions in decreased consciousness. This study aimed to determine the effect of auditory stimulation in head injury patients with decreased consciousness. This study utilized a literature review method. Some databases used such as ProQuest, NCBI, PubMed, and Google Scholar with the keywords “Cedera Otak Trauma”, “Stimulasi Pendengaran”, “Pasien Koma”, “Tingkat Kesadaran”. The inclusion criteria for articles taken were research published in 2010-2020, the type of experimental research, the study sample was head injury patients with decreased awareness, the intervention provided was in the form of auditory stimulation and the articles were written in English and Indonesian. The results of this literature study obtained 7 research articles that match the objectives and review criteria. The study concluded that auditory stimulation using the voice of the closest person in head injury patients has a significant effect on increasing awareness status with a p-value (0.001), so it can be recommended as an additional non-pharmacological therapy. This stimulation can be given 3-14 days of intervention for 5-15 minutes and given 2-3 times per day. Keywords: traumatic brain injury; auditory stimulation; comatose patient; level of consciousness ABSTRAK Cedera kepala merupakan penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan tingkat kesadaran pada seseorang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, perbandingan angka kejadian cedera kepala di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 8,2% dari populasi dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 9,2%. Pemberian stimulasi sensorik berupa stimulasi auditori sedini mungkin sangat penting untuk kelangsungan hidup, kualitas hidup dan prognosis jangka panjang pada pasien cedera kepala karena pendengaran merupakan fungsi indera yang paling akhir berfungsi pada penurunan kesadaran. Tujuan studi ini untuk mengetahui pengaruh stimulasi auditori pada pasien cedera kepala dengan penurunan kesadaran. Studi ini merupakan literature review. Databased yang digunakan yaitu ProQuest, NCBI, PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci yang digunakan adalah “Cedera Otak Trauma”, “Stimulasi Pendengaran”, “Pasien Koma”, “Tingkat Kesadaran”. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, jenis penelitian eksperimental, sampel penelitian adalah pasien cedera kepala dengan penurunan kesadaran, intervensi yang diberikan berupa stimulasi auditori dan artikel ditulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Hasil studi literatur ini diperoleh 7 artikel penelitian yang sesuai dengan tujuan dan kriteria review. Hasil telaah menyimpulkan bahwa stimulasi auditori menggunakan suara orang terdekat pada pasien cedera kepala berpengaruh signifikan terhadap peningkatan status kesadaran dengan p-value (0.001), sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi tambahan secara non farmakologis. Stimulasi ini dapat diberikan 3-14 hari intervensi selama 5-15 menit dan diberikan sebanyak 2-3 kali per hari Kata kunci: cedera otak; stimulasi pendengaran; pasien koma; tingkat kesadaran PENDAHULUAN Cedera saat ini masih menjadi masalah kesehatan global. Cedera kepala paling banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki umur 15-24 tahun, hal ini diakibatkan karena mobilitas yang tinggi di kalangan usia produktif. (1) Angka kejadian cedera kepala di seluruh dunia pada tahun 2010 sekitar 2,5 juta orang, dan sudah mengakibatkan beban biaya ekonomi yang diperkirakan hampir 76,5 miliar dollar Amerika Serikat. Di Amerika Serikat sendiri kejadian cedera kepala setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500.000 kasus, yang terdiri dari cedera kepala ringan sebanyak 296.678 kasus (59,3%), cedera kepala sedang sebanyak 100.890 kasus (20,17%) dan cedera kepala berat sebanyak 102.432 kasus (20,4%). (2) Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, angka kejadian cedera kepala di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 8,2% dari populasi dan pada tahun 2018 meningkat