Jurnal Teknik Kimia No. 1, Vol. 24, Maret 2018 Page | 28 Pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu hidrolisis terhadap kadar selulosa pada daun nanas Selvia Aprilyanti Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Tridinanti Jl. Kapten Marzuki No. 2446 Palembang 30112 e-mail: selvia1704@univ-tridinanti.ac.id Abstrak Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu sentra penghasil buah nanas (Ananas Comosus) yang tersebar dikota-kota seperti Prabumulih, Ogan Ilir dan Muara Enim. Melimpahnya hasil buah nanas tersebut akan diiringi dengan meningkatnya limbah daun nanas yang belum termanfaatkan dengan optimal. Limbah nanas saat ini sedang dikembangkan dalam pembuatan pulp sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas. Untuk memperoleh kualitas pulp yang sesuai untuk pembuatan kertas diperlukan sumber bahan baku yang memiliki kandungan selulosa cukup tinggi. Limbah daun nanas memiliki kandungan selulosa antara 69,7 – 71,5 %. Namun selain selulosa, daun nanas juga memiliki kandungan lignin yang harus dihilangkan. Untuk memperoleh kandungan selulosa yang optimal dilakukan proses hidrolisis secara kimiawi menggunakan larutan NaOH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap kadar selulosa dari hidrolisis daun nanas dengan memvariasikan penambahan larutan NaOH pada konsentrasi 0,1 N; 0,2 N; 0,3 N; 0,4 N dan 0,5 N. hasil dari proses hidrolisis selanjutnya dilakukan analisa kadar selulosa menggunaka metode Chesson. Sehingga diperoleh hasil bahwa kadar selulosa yang tertinggi yaitu sebesar 66,3% pada saat penambahan larutan NaOH 0,2 N. Kata kunci: Daun nanas, hidrolisis, konsentrasi NaOH, kadar selulosa Abstract South Sumatra Province is one of the centers for producing pineapple (Ananas Comosus) which is spread in cities such as Prabumulih, Ogan Ilir and Muara Enim. The abundance of pineapple fruits will be accompanied by an increase in pineapple leaf waste that has not been utilized optimally. Pineapple waste is currently being developed in pulping as a raw material in paper making. To obtain the quality of pulp that is suitable for paper making, a source of raw material is needed which has a high cellulose content. Pineapple leaf waste has cellulose content between 69.7 - 71.5%. But besides cellulose, pineapple leaves also contain lignin which must be removed. To obtain the optimal cellulose content the hydrolysis process is carried out chemically using NaOH solution. The purpose of this study was to determine the effect of NaOH concentration on cellulose levels from hydrolysis of pineapple leaves by varying the addition of NaOH solution at a concentration of 0.1 N; 0.2 N; 0.3 N; 0.4 N and 0.5 N. The results of the hydrolysis process then analyzed for cellulose content using the Chesson method. So that the highest cellulose content is 66.3% by addition 0.2 N NaOH solution. Keywords: Pineapple leaf, hydrolysis, NaOH concentration, cellulose content 1. PENDAHULUAN Salah satu produksi hasil pertanian Indonesia terutama Provinsi Sumatera Selatan berupa nanas. nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas Comosus (l) merr yang memiliki bagian- bagian seperti akar, daun, buah, mahkota buah dan batang. Bagian nanas yang sering dimanfaatkan adalah bagian daging buahnya saja