Journal of Didactic Mathematics 2023, 4(2), 98-105 Doi: 10.34007/jdm.v4i2.1902 https://mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jdm journalofdidacticmathematics@gmail.com Journal of Didactic Mathematics 98 Kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-efficacy: Studi korelasional Fitry Wahyuni Akademi Perniagaandan Perusahaan APIPSU, Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20123 Muhammad Daut Siagian* Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20238 Ade Evi Fatimah STKIP Al-Maksum, Stabat, Sumatera Utara, Indonesia, 28466 *Corresponding Author: mdsiagian@gmail.com Abstract. Problem-solving is one of the mathematical skills needed by students and plays an important role in helping them achieve conceptual understanding in learning mathematics. On the other hand, self-efficacy is also important because it relates to a person's belief in his ability to complete a task or achieve a goal. Based on this, this study aims to examine the relationship between self-efficacy and problem-solving abilities. To achieve the research objectives, the quantitative correlational method was used in this study. Data collection used a survey method to obtain data self-efficacy and students' mathematical problem-solving abilities. Data analysis was performed using inferential statistical analysis to prove the research hypothesis. Hypothesis testing includes analysis of correlation, regression, and coefficients of determination. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a moderately positive relationship between self-efficacy and problem-solving abilities. where self-efficacy contributes to problem-solving abilities by 27.8%. Historis Artikel: Diterima: 15 Juli 2023 Direvisi: 5 Agustus 2023 Disetujui: 15 Agustus 2023 Keywords: Problem-solving; self- efficacy; correlational Sitasi: Wahyuni, F., Siagian, M. D., & Fatimah, A. E. (2023). Kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-efficacy: Studi korelasional. Journal of Didactic Mathematics, 4(2), 98-105. Doi: 10.34007/jdm.v4i2.1902 PENDAHULUAN Salah satu disiplin ilmu yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah matematika. Mengingat pentingnya kontribusi matematika bagi perkembangan peradaban manusia, siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah dituntut untuk mahir dalam bidang mata pelajaran ini. Yeh et al. (2019) menyatakan bahwa matematika telah dianggap sebagai mata pelajaran fundamental karena aritmatika dan penalaran logis merupakan dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya, Cockcroft (1982) menguraikan alasan mengapa pembelajaran matematika itu perlu, antara lain: Siswa harus diajarkan matematika karena: (1) matematika selalu digunakan dalam segala aspek kehidupan; (2) semua bidang studi menuntut kemampuan matematika yang memadai; (3) itu adalah sarana komunikasi yang kuat, ringkas, dan jelas; (4) dapat digunakan untuk menyajikan informasi dengan berbagai cara; (5) membantu siswa menjadi pemikir yang lebih akurat, sadar, dan terampil; dan (6) memberikan kepuasan atas upaya memecahkan masalah yang sulit. Keenam alasan tersebut, menggambarkan bahwa matematika berkontribusi dalam menumbuhkan kemampuan siswa, diantaranya adalah dalam hal komunikasi dan memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan pandangan Abdurrahman (2009) yang mengemukakan bahwa kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2)