Jurnal Natural, April 2020. Vol 16. No 1 ISSN:1412 – 1328 61 EKSTRAK TANNIN DAUN BUAH HITAM (Haplolobus sp) SEBAGAI INHIBITOR ALAMI KOROSI BESI DALAM LARUTAN ASAM TANNIN EXTRACT OF BLACK FRUIT LEAVES (Haplolobus sp) AS NATURAL CORROSION INHIBITOR OF IRON IN ACID SOLUTION Evelina Somar dan Lulu Amalia Rahman Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua E.mail: e.somar@unipaac.id ABSTRAK Ekstrak daun Haplolobus sp diperoleh dari sokhetasi daun yang telah dikeringkan dan diperkecil ukurannya, dengan pelarut aseton 80%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuapkan dan ditentukan kadar taninnya dengan metode permanganometri. Pengukuran laju korosi logam besi dilakukan dengan metode pengurangan massa. Medium korosi yang digunakan adalah 2 4 , 3 4 , , dan HCl masing-masing dengan konsenttrasi 1 molar. Lama perendaman sepuluh hari. Potensi tanin daun buah hitam sebagai inhibitor alami dalam laju reaksi korosi logam besi dilakukan dengan melapisi logam besi ukuran 2 cm x 2 cm x 0,3 cm , direndam 10 hari dalam medium korosi dan diukur laju korosinya. Cara yang sama diulangi dengan menggunakan cat antikarat. Dari hasil penelitian di peroleh kadar tanin dalam daun Buah Hitam (Haplolobus sp) sebesar 42,16%. Laju korosi logam besi tanpa pelapisan tanin tertinggi pada asam nitrat 13829.40 mpy dan terendah pada asam asetat 1646,36 mpy. Laju korosi logam besi yang dilapisi tanin tertinggi pada asam nitrat 13061.10 mpy, dan terendah pada asam asetat 1536,60 mpy. Laju korosi logam besi yang dilapisi cat antikorosi tertinggi pada asam nitrat 7573,24 mpy dan terendah pada asam asetat 1536,60 mpy. Efisiensi penghambatan tanin dan cat terhadap laju korosi logam besi dalam medium asam sulfat 1 M sebesar 25,64 % dan 41,03%, dalam medium asam fosfat sebesar 12,50% dan 16,67%, dalam medium asam asetat sebesar 6,67 dan 6,67%, Dalam medium asam nitrat sebesar 5,56 dan 45,24%, dalam medium asam klorida 5,56 dan 5,56%. Kata kunci: tanin, inhibitor alami, korosi besi Pendahuluan Korosi pada logam merupakan peristiwa alami yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat dan dikendalikan. Salah satu cara mengendalikan korosi adalah dengan melapisi permukaan logam menggunakan cat antikarat. Namun cat antikarat mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. sehingga dibutuhkan alternative lain yaitu zat antikorosi yang lebih aman bagi kesehatan, murah dan ramah lingkungan seperti antikrosi alami dari ekstrak tumbuhan. Ekstrak tumbuhan yang mengandung senyawa polifenol seperti tanin dapat digunakan sebagai zat antikorosi pada baja AISI dengan efisiensi penghambatan 50% (Matamala, 2000). Myricetin dan rutin dalam ekstrak daun Crytostegia grandiflora dapat menghambat laju korosi baja dalam larutam H 2 SO 4 1 M (Prabakaran et al,2016). Buah hitam (Haplolobus sp) merupakan salah satu tumbuhan endemik Papua dan diketahui daun buah hitam mengandung tanin dengan kadar berkisar antara 8,34 - 37,26% (Somar ,2014), sehingga berpotensi sebagai zat antikorosi,