Faktor Timbulnya Cedera Olahraga Arif Setiawan* Diterima: Mei 2011. Disetujui: Juni 2011. Dipublikasikan: Juli 2011 © Universitas Negeri Semarang 2011 Abstrak Kata Kunci: Abstract Keywords Olah raga tidak terlepas dari adanya gerakan yang selanjutnya akan melibatkan berbagai struktur/jaringan pada tubuh manusia, misalnya sendi, otot, meniscus/discus, kapsuloligamenter dan otot. Gerakan terjadi bilamana mobilitas serta elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi terjamin. Semakin mobile suatu persendian mempunyai konsekuensi berupa semakin tidak stabilnya sendi tersebut. Ketidakstabilan suatu sendi akan mengakibatkan struktur sekitarnya mudah cedera apalagi bila elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi tidak memadai. Stabilitas suatu persendian akan dipengaruhi oleh konfigurasi tulang pembentuknya, keadaan kapsuloligamenter, keadaan otot penggerak, tekanan intra artikuler, keadaan discus/meniscus, derajat kebebasan gerak serta pengaruh gaya gravitasi. Kejadian cedera bila tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan cedera yang lebih parah. olahraga; cedera The sport is inseparable from the movement which in turn will involve a variety of structures / tissues in the human body, such as joints, muscles, meniscus / disc, ligament of capsule, and muscle. The Movement happened how ever when mobility and tissue elasticity and strength and drive standard of joint. The more mobile a joint has the consequence of the increasingly unstable joints. Instability of a joint will result in surrounding structures easily injured, especially if the elasticity and strength of the network and drive joints standard inadequate. The stability of the joints will be influenced by: its constituent bones configuration, capsule of ligament circumstances, the state of muscle force, pressure intra articuler, state disc/meniscus, degrees of freedom of movement and the influence of gravity. Accident injury of sport if not have good treatment that is can make akut injury. : sport; injury PENDAHULUAN Ada dua jenis cedera yang sering dialami oleh atlet, yaitu trauma akut dan overuse Syndrome vasodilatasi rubor tumor kalor dolor (Sindrom Pemakaian Berlebih). Trauma akut adalah suatu cedera berat yang terjadi secara mendadak, seperti robekan ligament, otot, tendo atau terkilir, atau bahkan patah tulang. Cedera akut biasanya memerlukan pertolongan profesional. Sindrom pemakaian berlebih sering dialami oleh atlet, bermula dari adanya suatu kekuatan yang sedikit berlebihan, namun berlangsung berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Sindrom ini kadang memberi respon yang baik dengan pengobatan sendiri. Cedera olahraga seringkali direspon oleh tubuh dengan tanda radang yang terdiri atas rubor (merah), tumor (bengkak), kalor (panas), dolor (nyeri) dan functiolaesa (penurunan fungsi). Pembuluh darah di lokasi cedera akan melebar ( ) dengan maksud untuk mengirim lebih banyak nutrisi dan oksigen dalam rangka mendukung penyembuhan. Pelebaran pembuluh darah inilah yang mengakibatkan lokasi cedera terlihat lebih merah ( ). Cairan darah yang banyak dikirim di lokasi cedera akan merembes keluar dari kapiler menuju ruang antar sel dan menyebabkan bengkak ( ). Dengan dukungan banyak nutrisi dan oksigen, metabolisme di lokasi cedera akan meningkat dengan sisa metabolisme berupa panas. Kondisi inilah yang menyebabkan lokasi cedera akan lebih panas ( ) dibanding dengan lokasi lain. Tumpukan sisa metabolisme dan zat kimia lain akan merangsang ujung saraf di lokasi cedera dan menimbulkan nyeri ( ). Rasa nyeri juga dipicu oleh tertekannya ujung saraf karena pembengkakan yang terjadi di lokasi cedera. Baik rubor, tumor, kalor maupun dolor akan menurunkan fungsi organ atau sendi di lokasi cedera yang dikenal dengan istilah *Jurusan Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang, Indonesia Mobile Phone: 0816627918 Email: arif_setiawan@yahoo.com Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Volume 1. Edisi 1. Juli 2011. ISSN: 2088-6802 http://journal.unnes.ac.id Artikel Review