Duwila, et.al., ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities, Vol. 4, No. 3 (2024) https://doi.org/10.35877/soshum2687 ISSN: 2776-7930 (Print) / 2807-3010 (Online) This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC) 4.0 license. 438 RESEARCH ARTICLE Determinants of Curly Chili Demand in Ambon City Ummi Duwila, Andre Sapthu, Selvenco Tuasuun, Desry J. Louhenapessy * , Jani, Fredy H. Louhenapessy, & Fibryano Saptenno Faculty of Economics and Business, Universitas Pattimura, Indonesia Abstract: This study aims to analyze the influence of curly chili prices, household income, and the number of household dependents on the demand for curly chilies in Ambon City using the multiple linear regression method. Primary data was collected through a survey of 300 households in Ambon City, with the dependent variable being the monthly purchase quantity of curly chilies, while the independent variables include the price of curly chilies, household income, and the number of dependents. The analysis results show that the price of curly chilies has a significant negative effect on demand, with an increase in price leading to a decrease in purchase quantity. Additionally, household income and the number of dependents also have a significant impact, where an increase in income and the number of dependents boosts demand. These results indicate the existence of complex interactions between these factors in shaping the demand for curly chilies in Ambon City, which need to be considered in policy planning and marketing strategies to maintain market stability and meet consumer needs. Keywords: Price, income, dependents, OLS regression 1. Pendahuluan Industri kosmetik mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dari tahun ke tahun. Permintaan cabe keriting di Kota Ambon merupakan topik yang sangat relevan untuk dibahas mengingat peran penting komoditas ini dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Cabe keriting merupakan salah satu bumbu utama yang tidak hanya digunakan dalam masakan rumah tangga, tetapi juga oleh berbagai sektor usaha kuliner, mulai dari warung makan hingga restoran mewah. Oleh karena itu, memahami determinan permintaan cabe keriting di Ambon dapat memberikan wawasan yang berharga bagi berbagai pihak, termasuk petani, pedagang, pengusaha, dan pembuat kebijakan. Secara geografis, Kota Ambon memiliki iklim tropis yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman hortikultura, termasuk cabe keriting. Namun, tidak semua kebutuhan cabe keriting dipenuhi dari produksi lokal; sebagian harus didatangkan dari luar daerah. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan cabe keriting di Ambon dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kompleks, meliputi produksi lokal, distribusi, serta harga yang ditentukan oleh mekanisme pasar. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi permintaan cabe keriting adalah tingkat konsumsi rumah tangga. Cabe keriting merupakan bahan pokok dalam banyak resep masakan tradisional Maluku, sehingga permintaan akan cabe keriting sangat erat kaitannya dengan budaya kuliner masyarakat Ambon. Peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi juga berkontribusi terhadap peningkatan permintaan cabe keriting. *Corresponding author: Desry J. Louhenapessy, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura, Indonesia E-mail: desrylouhenapessy@yahoo.co.id