Jurnal Ilmiah Peternakan 4 (1) : 25-28 (2016) ISSN : 2337-9294 25 PRODUKSI ANTIBODI TERHADAP Salmonella SP ISOLAT LOKAL ASAL AYAM KAMPUNG PADA KELINCI Antibody production against Salmonella sp local isolate from native chicken in Rabbit Darniati, Darmawi, Erina, Maryulia Dewi, Fakhrurrazi, Mahdi Abrar, Safika, Muhammad Daud Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala e-mail: darnizain@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan antibodi spesifik Salmonella sp pada kelinci dengan menggunakan bakteri isolat lokal dari ayam kampung. Kelinci diinjeksi dengan antigen Salmonella untuk menghasilkan serum positif. Antibodi yang dihasilkan diuji spesifitasnya dengan menggunakan metode Agar Gel Precipitation Test (AGPT). Tidak ada reaksi presipitasi yang terjadi pada serum yang dipanen pada hari ke tujuh. Garis presipitasi terbentuk dalam jumlah yang cukup tinggi pada serum yang dipanen pada hari ke 14 pasca immunisasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, Salmonella sp isolat lokal dari ayam kampung dapat menginduksi pembentukan antibodi spesifik pada kelinci, dan isolat ini dapat menjadi salah satu kandidat vaksin untuk mengontrol infeksi Salmonella di lapangan. Kata kunci: Antibodi, Salmonella sp., AGPT ABSTRACT This study carried out to produce specific antibody in rabbit to Salmonella sp local isolate from native chicken. Rabbits were injected with the antigen to produce positive serum. Antibody were tested the specifity with Agar Gel Precipitation Test (AGPT). No bands of precipitation reaction in AGP test with seven days rabbit serum. The precipitation detected in fourteen days rabbit serum and showed high spesifity. It is concluded that, the Salmonella sp local isolate from native chicken can induce specific antibody in rabbit, and this isolate can be used as a vaccine candidate to control Salmonella infection in field. Key words: antibody, Salmonella sp, AGPT PENDAHULUAN Salmonella merupakan bakteri yang sangat umum menginfeksi di daerah-daerah dengan tingkat sanitasi dan kebersihan lingkungan yang rendah. Pada umumnya infeksi Salmonella terjadi setelah mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Salmonellosis adalah penyakit menular yang menyerang hewan dan manusia, yang disebabkan oleh Salmonella. Salmonellosis merupakan penyakit zoonosis, dan bersifat food borne disease karena dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya serta penularannya dapat terjadi melalui makanan dan minuman (Quinlan, 2013). Hampir semua hewan rentan terhadap salmonellosis terutama ayam dan babi. Derajat kerentanan tergantung pada umur, kondisi tubuh induk semang serta keseimbangan flora dalam tubuh (karena pengobatan antibiotika terus menerus). Cara penularan salmonellosis terutama terjadi melalui saluran pencernaan yaitu akibat mengkonsumsi bahan makanan yang tercemari bakteri Salmonella (Dirjen Peternakan 1982). Saat ini, pencegahan salmonellosis pada ayam dan juga pada hewan lain di Indonesia masih dilakukan melalui pengobatan dan desinfektan untuk mengurangi tingkat infeksi. Penerapan pencegahan dengan menggunakan vaksin masih jarang dilakukan. Vaksinasi terhadap Salmonella pada ayam dapat menurunkan tingkat kolonisasi bakteri dalam usus dan pengeluaran bakteri dalam feses (Faberwee et al., 2000 dan Babu et al., 2004). Untuk melihat titer antibodi dalam serum, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah Agar Gel Presipitation Test (AGPT). Uji ini dilakukan untuk melihat ikatan kompleks antara antigen terlarut dan antibodi pada agar gel. Ikatan ini akan terjadi jika menggunakan antibodi yang homolog. Antibodi homolog yang dirangkaikan dengan antigen terlarut dengan kondisi tepat akan membentuk komplek, dan