Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 3 No. 3 Edisi September – Desember 2023 Hal. 657-660 DOI : https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i3.1154 ISSN : 2807-6087 Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol.03 No. 03 Edisi September - Desember 2023 657 Bahasa Sebagai Cermin Identitas Analisis Perspektif Martin Heidegger Midori Reiginayossi 1 , Fitzerald Kennedy Sitorus 2 Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia Dosen Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia ABSTRACT This study delves into Martin Heidegger's perspective on language as an embodiment of identity that surpasses mere communication tools. From Heidegger's standpoint, language not only conveys objective meaning but also shapes one's worldview and self-identity. This analysis explores how language, within Heidegger's perspective, forms the interpretative foundation for individuals, influencing perceptions of truth and playing a central role in shaping cultural and social self- identities. This inquiry views language as a mirror reflecting the profound aspects of human identity and offers insights into how Heidegger's conception can guide a richer interpretation of the relationship between language and identity. Keywords: Martin Heidegger, Truth, Language, Identity, Perspective Analysis ABSTRAK Studi ini mendalami pandangan Martin Heidegger mengenai bahasa sebagai perwujudan identitas yang melampaui sekadar alat komunikasi. Dalam perspektif Heidegger, bahasa bukan hanya menyampaikan makna objektif, tetapi juga membentuk pandangan dunia dan identitas diri seseorang. Analisis ini membahas bagaimana bahasa, dalam konteks pandangan Heidegger, membentuk landasan interpretatif bagi individu, mempengaruhi persepsi tentang kebenaran, dan memainkan peran sentral dalam membentuk jati diri kultural dan sosial. Kajian ini memandang bahasa sebagai cermin yang merefleksikan aspek mendalam dari identitas manusia dan memberikan wawasan tentang bagaimana konsepsi Heidegger dapat membimbing interpretasi yang lebih kaya tentang hubungan antara bahasa dan identitas Kata Kunci: Martin Heidegger, Kebenaran, Bahasa, Identitas, Analisis Perspektif This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Bahasa, sebagai alat komunikasi fundamental, telah memainkan peran penting dalam membentuk pandangan manusia terhadap dunia sekitar. Martin Heidegger, seorang filsuf besar abad ke-20, menawarkan perspektif filosofis yang mendalam tentang peran bahasa sebagai cermin yang mencerminkan identitas manusia. Teorinya mengajak untuk memandang bahasa bukan sekadar sebagai alat komunikasi mekanis, melainkan sebagai pencetus makna, pengungkapan kebenaran, dan pembentuk eksistensi manusia. Seperti yang diungkapkan Heidegger dalam "Language is the house of Being. In its home man dwells." (Heidegger, 1959). Dengan kutipan ini, Heidegger menggaris bawahi bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga tempat di mana identitas manusia berkembang. Bahasa mencerminkan eksistensi dan mendalamnya jati diri manusia. Sintesis identitas manusia dalam pemikiran Heidegger melibatkan konsep-konsep kompleks seperti eksistensi, keterbukaan terhadap makna, keterlibatan dengan dunia, dan proses terus-menerus menjadi diri sendiri melalui refleksi dan Tindakan (Heidegger, 1996). Identitas budaya adalah proses yang terus-menerus, bukan sesuatu yang statis. Identitas budaya terbentuk melalui interaksi dengan konteks sosial dan budaya, dan bahasa memainkan peran penting dalam proses ini (Halls, 1997). Selain itu identitas manusia menurut Martin Heidegger dijelaskan dalam konteks eksistensi dan dalam hubungannya dengan "Being" (keberadaan). Heidegger menggunakan istilah "Dasein" untuk menyebut eksistensi manusia. Dalam filosofinya, Heidegger berpendapat bahwa identitas manusia tidak bisa dipahami hanya melalui sekumpulan karakteristik fisik atau psikologis. Sebaliknya, identitas manusia berkaitan dengan bagaimana manusia berada di dunia dan makna keberadaannya. Dalam konteks pandangan Heidegger tentang bahasa dan kebenaran, bahasa dianggap sebagai perwujudan eksistensi manusia, mencerminkan pandangan dunia dan identitas diri secara intrinsik. Sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahasa membentuk cara kita memahami realitas, memberikan konteks pada pengalaman, dan mengarahkan interpretasi terhadap kebenaran. Kekuatan bahasa dalam membangun identitas, representasi, dan negosiasi, serta peran penting bahasa dalam persepsi diri individu dan kelompok oleh orang lain (Pennycook, 2010). Maka kajian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai teori Heidegger tentang bahasa dan kebenaran serta menganalisis implikasinya terhadap identitas individu dan masyarakat. Pemahaman mendalam tentang hubungan ini menjadi semakin penting di era globalisasi, di mana bahasa dan identitas memiliki peran yang semakin kompleks dan