Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 1 Januari 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4400/http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index 513 | Pengaruh Pengendalian Diri Dan Stres Kerja Terhadap Perilaku Cyberloafing Pada Dosen Di Indonesia (Kartinah) Pengaruh Pengendalian Diri Dan Stres Kerja Terhadap Perilaku Cyberloafing Pada Dosen Di Indonesia Kartinah 1 , Anang Maruf Saifulah 2 , Tiara Nur Anisah 3 , Nurwiyanta 4 , Danang Sunyoto 5 1,2,3,4,5 Prodi. Manajemen-Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unievrsitas Janabadra-Yogyakarta Article Info Abstract Article history: Received : 22 Desember 2022 Publish : 20 Januari 2023 This study aims to examine the influence of personality, the influence of self-control and work stress on cyberloafing behavior. The population in this study are lecturers in Indonesia. Sampling in this study used a non-probability sampling (convenience sampling) technique. Determination tests, F statistical tests and t statistical tests are carried out to answer the research hypothesis. The results of this study show that self- control negatively affects cyberloafing behavior and work stress has a positive effect on cyberloafing behavior. The study has a regression model = -5.064 - 0.206 X1 + 0.755 X2 with an R Square value of 0.357. Keywords: Self-control, work stress, and the introduction of cyberloafing Info Artikel Abstrak Article history: Received : 22 Desember 2022 Publish : 20 Januari 2023 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepribadian, pengaruh pengendalian diri dan stres kerja terhadap perilaku cyberloafing. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen di Indonesia. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non- probability sampling (convenience sampling). Uji determinasi, uji statistik F dan uji statistik t dilakukan untuk menjawab hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian diri berpengaruh negatif terhadap perilaku cyberloafing dan stres kerja berpengaruh positif terhadap perilaku cyberloafing. Penelitian ini memiliki model regresi = -5,064 - 0,206 X1 + 0,755 X2 dengan nilai R Square 0,357. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi- BerbagiSerupa 4.0 Internasional Corresponding Author: Kartinah Prodi. Manajemen-Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unievrsitas Janabadra-Yogyakarta Email: kartinah@janabadra.ac.id 1. PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, kemajuan pesat di bidang teknologi memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Kemajuan teknologi ini sangat memanjakan dari segi fungsi dan kegunaan [1]. Saat ini smartphone atau komputer merupakan barang yang hampir dimiliki oleh setiap orang, sehingga bukan merupakan barang mewah lagi, karena setiap orang saat ini merasakan kebutuhan bahkan bergantung pada perangkat untuk memudahkan aktivitas, seperti berkomunikasi, mengakses informasi, mengerjakan tugas dan lain sebagainya. [2]. Berbagai kemudahan akses informasi di seluruh dunia, ternyata memiliki beberapa kelemahan yang dibawa ke dalam dunia kerja [1]. Dalam praktiknya, masih ada karyawan yang nakal menggunakan internet di luar pekerjaannya. Hal semacam ini disebut Cyberloafing [3]. Cyberloafing atau cyberslacking adalah penggunaan internet oleh karyawan pada jam kerja untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan [4]. Di Indonesia, cyberloafing banyak terjadi di kalangan pekerja atau karyawan di perusahaan atau organisasi. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa pengguna internet didominasi oleh para pekerja [5]. APJII mengumumkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal kedua tahun 2021 naik menjadi 73,7 persen dari populasi atau setara dengan 196,7 juta pengguna, survei ini menggambarkan peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun 2020. Hasilnya mayoritas pengguna mengakses internet lebih dari 8 jam dalam satu hari [6]. Pada dasarnya perilaku cyberloafing ini sebenarnya tidak terlalu merugikan perusahaan apabila waktu penggunaannya dapat dikendalikan dan dibatasi [7]. Sebuah penelitian yang