PENGARUH MOTIVASI DAN MODAL MINIMAL TERHADAP MINAT INVESTASI SAHAM MAHASISWA DI BATAM Evan Zestya Saputra 1 , Daris Purba 2 1 Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Putera Batam 2 Dosen Program Studi Manajemen, Universitas Putera Batam email: pb170610050@upbatam.ac.id ABSTRACT Investment is an accumulation of a certain amount of capital with the aim of getting a number of benefits at a later date. Capital can be in the form of money or other resources. The purpose of this research was to determine the effect of motivation and minimum capital on the interest on investing in stock on college student in Batam, both partially and simultaneously. The population in this research were all students studying at a university or college in Batam and the sample was Batam college student who had studied capital markets or finance. Collecting data in this research using a questionnaire. The data analysis method used in this research is multiple linear regression analysis with hypothesis testing using the t test and F test on the SPSS 26 application. The results of this research are, partially motivation has a significant effect on the interest on investing in stock on college student in Batam, while minimum capital partially has no significant effect on the interest on investing in stock on college student in Batam. Simultaneously, motivation and minimal capital have a significant effect on the interest on investing in stock on college student in Batam. Keywords: Interest on Investing in Stock; Minimum Capital; Motivation. PENDAHULUAN Saat ini minat berinvestasi dimiliki oleh berbagai golongan masyarakat terutama pada generasi muda. Seiring dengan perkembangannya juga mulai muncul berbagai macam bentuk investasi. Salah satu opsi untuk berinvestasi tersebut adalah dengan saham. Saham merupakan salah satu investasi yang memiliki tingkat keuntungan paling menggiurkan, dan juga merupakan investasi dengan jumlah kenaikan investor dan peminat yang cukup stabil dari tahun ketahunnya di Indonesia. Akan tetapi sayangnya, masih cukup banyak dari mereka yang tidak berminat untuk melakukan investasi saham dengan berbagai alasan. Berdasarkan data yang peneliti kumpulkan masyarakat yang telah menanamkan dananya pada saham di Indonesia dengan Single Investor Identification (SID) sebagai acuan pada tahun 2014 adalah 364,465 dan pada tahun 2019 berjumlah 1,089,987 dalam selang beberapa tahun telah terjadi kenaikan yang sangat tinggi. Untuk di Kepri sendiri dalam 2 tahun terakhir juga memiliki tingkat kenaikan yang stabil untuk jumlah investor sahamnya, dimana pada tahun 2017 jumlah investor di kepri berjumlah 5,718 dan pada tahun 2019 berjumlah 11,651. Pertumbuhan investor saham di Kepri sendiri dipicu dengan peningkatan minat kaum millenial dalam menabung saham (Wiranata, 2019). Kesadaran kaum milenial atau generasi muda kepri akan pentingnya investasi dan manajemen uang yang baik secara tidak langsung digambarkan meningkat berdasarkan pernyataan tersebut. Disebutkan dalam (Nabhani, 2018) mayoritas investor saham di Kepri berasal dari Batam dengan valuasi sebesar lebih dari 80% jumlah saham secara total yang di pegang oleh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Efan menyebutkan dalam (Wiranata, 2019) jika investor Batam mayoritasnya merupakan kalangan usia muda produktif dimulai dari kalangan muda dengan status mahasiswa hingga yang sudah bekerja.