533 Narrative Review : Pengujian Analisis Metode Kualitatif Terhadap Kandungan Bahan Kimia Obat Pada Jamu Tradisional Siska Febriyanty Murdaya G70123021 Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ABSTRACT Indonesia is known for its biodiversity of various types, for example, plants, in Indonesia there are around 9000 species of plants that have traditional medicinal properties, 5% as phytopharmaca ingredients, and 1000s of plant species that can be used as herbal medicine. People often manage traditional medicinal herbs with medicinal chemicals so that they are not by the regulations set by the government, this is evidenced by the findings of herbal medicine with medicinal chemicals (BKO).. This review article draws from several national and international research journals released in the period 2012-2022, there are findings of herbal medicine in the Bayuwangi area, Jakarta, Banyumas, Rengel District Market, Pekalongan, Bumiayu, Central Market, Curug District and Probolinggo with herbal findings that have efficacy and chemical content of drugs Glibenclamide (Diabetes Jammu), Sildenafil (Men's Strong Herbal Medicine), Furosemide, Phenolphthalein, Sibutramine (Slimming Herbal Medicine) Dexamethasone, Cyproheftadin (Appetite Enhancement Herb), Theophylline (Shortness of Breathing Herbal Medicine), Paracetamol and Phenylbutason (Jammu) Anti-Pain) was obtained from the Qualitative methods of Thin Layer Chromatography, Spectrophotodesintometry, High Performance Liquid Chromatography, UV-Visible Spectrophotometry, and FTIR Keywords: Medicinal Chemicals, Herbal Medicine, Traditional Medicine, Qualitative Method ABSTRAK Indonesia dikenal dengan keanekagaraman hayati yang berbagai macam jenisnya contohnya yaitu tumbuhan, di Indonesia terdapat sekitar 9000 spesies tanaman yang memiliki khasiat obat tradisional, 5% sebagai bahan fitofarmaka dan 1000- an jenis tanaman yang dapat dipakai sebagai jamu. Masyarakat seringkali mengelola jamu obat tradisional dengan bahan kimia obat sehingga tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan jamu dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Artikel riview ini mengambil dari beberapa jurnal penelitian nasional maupun internasional yang dirilis dalam rentang waktu 2012-2022 terdapat temuan jamu di daerah Bayuwangi, Jakarta, Banyumas, Pasar Kecamatan Rengel, Pekalongan, Bumiayu, Pasar Tengah, Kecamatan Curug dan Probolinggo dengan temuan jamu yang memiliki khasiat dan kandungan bahan kimia obat Glibenklamid (Jamu Diabetes), Sildenafil (Jamu Kuat Pria), Furosemid, Fenolftalein, Sibutramin (Jamu Pelangsing) Dexamethasone, Siproheftadin (Jamu Penambah Nafsu Makan), Teofilin (Jamu Sesak Nafas), Paracetamol dan Fenilbutason (Jamu Anti Nyeri) di hasilkan dari metode Kualitatif Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotodesintometri, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Spektrofotometri UV-Visible, dan FTIR. Kata kunci : Bahan Kimia Obat, Jamu, Obat Tradisional, Metode Kualitatif