Original Article
Journal of Science and Applicative Technology vol. 5(1), 2021, pp. 194-197 | 194
BASWANTARA et al., Journal of Science and Applicative Technology vol. 5(1), 2021, pp. 194-197
e-ISSN: 2581-0545 - https://journal.itera.ac.id/index.php/jsat/
Copyright © 2019 Journal of Science and Applicative Technology.
Content from this work may be used under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International Licence. Any further distribution of this
work must maintain attribution to the author(s) and the title of the work, journal citation and DOI. Published under licence by Journal of Science and Aplicative
Technology (JSAT).
Received 28th August 2020
Accepted 30th January 2021
Published 24th May 2021
DOI: 10.35472/jsat.v5i1.311
Karakteristik Hambur Balik Akustik Rajungan (Portunus
pelagicus) pada Kondisi Terkontrol
Arif Baswantara
*
, Anas Noor Firdaus, Wahyu Puji Astiyani
Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran
* Corresponding E-mail: baswantara@poltekkppangandaran.ac.id
Abstract: Blue swimming crab or Portunus pelagicus has a wide distribution area, including in Indonesia. P. pelagicus is also
an important economic commodity for Indonesia, thus very important to know the existence of P.pelagicus. Hydro-acoustic is
one method that can be used to describe the existence of P.pelagicus. The first step was to determine the backscatter
characteristics of P.pelagicus. These characteristics consist of Target Strength (TS) value, Echo Level (EL) value and detection
frequency. Based on this research, it was known that the TS value of P.pelagicus ranges from -40 to -45 dB, EL value ranges from
95 to 100 dB, and the detection frequency was at 110 kHz. This research still needs to be continued directly in the field, because
it was done at the laboratory level.
Keywords: Backscatters, detection frequency, echo level, P.pelagicus, target strength
Abstrak: Rajungan (Portunus pelagicus) atau blue swimming crab merupakan biota yang memiliki area penyebaran yang luas
termasuk di Indonesia. P.pelagicus juga menjadi komoditas ekonomis penting bagi Indonesia, sehingga menjaga dan mengetahui
keberadaan P.pelagicus menjadi sangat penting. Hydro-acoustic menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk
memetakan keberadaan dari P.pelagicus. Langkah awal yang dilakukan yaitu mengetahui karakteristik hambur balik dari
P.pelagicus. Karakteristik tersebut antara lain nilai Target Strength (TS), nilai Echo Level (EL) dan Frekuensi deteksi. Berdasarkan
penelitian ini, diketahui nilai TS dari P.pelagicus berkisar di nilai -40 hingga -45 dB, EL berkisar pada nilai 95 hingga 100 dB, dan
Frekuensi deteksi berada pada frekuensi 110 kHz. Penelitian ini masih perlu dilanjutkan karena skala yang digunakan masih
dalam taraf laboratorium.
Kata Kunci : echo level, frekuensi deteksi, hambur balik, P.pelagicus, target strength
Pendahuluan
Salah satu sumberdaya laut yang dimiliki Indonesia
adalah rajungan. Rajungan secara morfologi memiliki
kedekatan yang erat dengan kepiting yang biasa kita
ketahui, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan
antara kedua. Rajungan merupakan makhluk hidup dari
jenis crustacea yang sepenuhnya hidup di perairan laut,
sedangkan kepiting pada umumnya hidup di daerah
mangrove atau intertidal. Rajungan dalam literatur asing
sering disebut blue swimming crab.
Berdasarkan taksonomi, rajungan (Portunus pelagicus)
masuk kedalam klasifikasi phylum Crustacea, dengan
class Malacostraca dan famili Portunidae [1]. Rajungan
memiliki ciri-ciri karapas yang berbentuk oval dengan
dominasi warna hijau kebiruan. Lebar karapas rajungan
dapat mencapai 18 cm [2]. Rajungan jantan memiliki
ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan
rajungan betina, dengan ukuran capit rajungan jantan
juga terlihat lebih besar dibandingkan rajungan betina
[3].
Rajungan tersebar pada daerah tropis dan sub tropis.
Khusus di Indonesia, rajungan bahkan ditemukan pada
seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)
Indonesia. Rajungan juga menjadi komoditas ekonomis
penting bagi Indonesia, dimana penangkapannya pun
sudah mulai di awasi [4]. Menjaga dan mengetahui
keberadaan rajungan menjadi sangat penting, sehingga
perkembangan teknologi dibidang akustik perikanan
dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik akustik
dari rajungan itu sendiri. Perkembangan selanjutnya hal
ini dapat berguna untuk pelestarian dan pemanfaat
rajungan untuk masa yang akan datang.
Open Access