Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 8 Februari 2014 ISSN : 2302-3805 3.05-155 ANALISIS KEBUTUHAN APLIKASI DENGAN PEMETAAN PADA BUSINESS MODEL CANVAS Faulinda Ely Nastiti 1) , Sasongko Pramono Hadi 2) 1), 2) Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Fakultas Teknik UGM, Jl. Grafika No.2 Yogyakarta 55281 Email : faulinda.cio.8b@mail.ugm.ac.id 1) , sasongko@te.ugm.ac.id 2) Abstrak Portofolio aplikasi merupakan salah satu bagian dari Perencanaan Strategis SI/TI, dimana didalamnya terangkum pemetaan sistem informasi yang ada sekarang dan potensi aplikasi yang muncul setelah dilakukan berbagai analisa terkait strategic framework. Imbas dari organisasi yang memiliki portofolio aplikasi adalah bertambahnya business value dari organisasi. Melalui aplikasi portofolio diharapkan dapat memudahkan penggolongan aplikasi, memudahkan untuk memanage aplikasi, melihat kontribusi aplikasi kepada bisnis, dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk strategi implementasi TI setiap aplikasi, dan membuat para manajer bisnis merasa bahwa aplikasi- aplikasi komputer adalah bagian integral perusahaan. Business Model Canvas mengubah konsep model bisnis yang rumit menjadi sederhana. Melalui pendekatan kanvas, model bisnis ditampilkan dalam satu lembar kanvas, berisi peta sembilan elemen (kotak). Potensi aplikasi yang muncul ditinjau dari visi, misi serta tujuan dari organisasi tersebut. Perencanaan dan proses pelaksanaan analisis portofolio TI terhadap BMC dalam bisnis e-commerce perlu untuk diuraikan lebih lanjut. Kata kunci: Portofolio,aplikasi, business value, Business Model Canvas. 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi yang pesat sekarang ini membuat pihak manajemen lebih berhati-hati dalam melakukan pilihan terhadap rencana investasi teknologi informasi. Tujuan utama perencanaan strategis informasi adalah mempersiapkan rencana bagi pengelolaan analisis, perancangan dan pengembangan sistem berbasis komputer [1]. Inovasi dan keunggulan teknologi merupakan komponen penting dalam strategi bersaing [2]. Perusahaan dituntut untuk selalu bersikap proaktif dalam menanggapi berbagai perubahan lingkungan yang bersifat dinamis dengan menciptakan dan mengembangkan strategi bisnis[3].Untuk itu perlu dilakukan suatu studi yang mendalam terhadap perusahaan yang akan mampu untuk melakukan identifikasi terhadap kebutuhan sistem informasi yang tepat bagi perusahaan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan. Keselarasan antarastrategi teknologi informasi terhadap strategi bisnisakan memberikan nilai tambah berupa competitive advantage dalam persaingan bisnis[4]. Usaha untuk merancang model bisnis yang tepat hanyalah langkah pertama. Untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan, organisasi perlu memastikan model bisnis mereka selaras dengan nilai pelanggan dan selaras dengan filosofi perusahaan. Perusahaan harus dapat melakukan inovasi terhadap bisnisnya secara responsif terhadap perubahan. Keberhasilan inovasi tersebut sangat bergantung pada seberapa sesuai model bisnis yang dimiliki perusahaan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi persaingan [5]. Keputusan penggunaan sebuah model bisnis tidak dapat dilakukan dengan mudah. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dan dianalisis, baik dari faktor internal maupun eksternal perusahaan. Analisis portofolio SI/TI perlu dilakukan agar keputusan penggunaan sebuah model bisnis dalam bisnis dinyatakan cocok dan sesuai dengan karakteristik perusahaan. Portofolio aplikasi merupakan dokumen Perencanaaan Strategis Sistem Informasi yang berisi aplikasi yang telah diimplementasikan saat ini, aplikasi yang dibutuhkan dan aplikasi yang potensial [6].Aplikasi-aplikasi tersebut dinilai apakah aplikasi-aplikasi tersebut termasuk kedalam kategori Key Operational, Strategic, Support atau High Potential [7]. Suatu organisasi tidak dapat berhenti pada melakukan investasi pada perangkat teknologi informasi saja, lebih jauh lagi organisasi tersebut harus mengerahkan sumber daya manusianya untuk berinovasi pada teknologi yang dimiliki, memperbaiki proses bisnis yang ada, serta memilih model bisnis yang sesuai dengan memanfaatkan teknologi yang telah dimilikinya [8]. Inovasi model bisnis dapat membuat perusahaan lebih menguntungkan yang akan meningkatkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan [9]. Keputusan penggunaan model bisnis dimulai dari tahap perencaaan, analisa, desain, konstruksi, implementasi, sampai pada tahap pasca implementasi yang harus dimonitor dengan sebaik- baiknya. Business Model Canvas (BMC) dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur adalah salah