Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 1 No.1 (Mei 2017) Online ISSN 2580-216X Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 19 PERAN KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING (Layanan yang Ditawarkan untuk Membantu Problematika Remaja) Yuanita Dwi Krisphianti Universitas Nusantara PGRI Kediri ju.wahyu@gmail.com Kata Kunci: Abstrak Remaja, Kenakalan, Problematik, Komponen Program BK Remaja merupakan suatu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Diawali dengan periode pubertas dan berakhir hingga status dewasa disandangnya. Masa remaja merupakan masa yang dianggap penting dimana mereka akan belajar dan mendapat berbagai macam pengalaman yang menantang dan menarik guna bekal masa depan. Akan tetapi masa remaja juga merupakan masa yang mengancam yakni bagi remaja yang gagal melewati dan justru terjerumus pada lubang hitam yang sering disebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah tingkah laku remaja yang dapat melanggar hukum dan bahkan dapat menimbulkan bahaya untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Kenakalan remaja terjadi karena adanya problematik yang dialami. Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki prinsip diantaranya; diperuntukkan untuk semua peserta didik dan tidak diskriminatif, sebagai proses individuasi, dan menekankan nilai-nilai positif. Sesuai dengan prinsip tersebut maka guru BK diharapkan dapat membantu mengatasi problematik remaja melalui empat komponen program BK diantaranya; layanan dasar, perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem. PENDAHULUAN Berdiskusi tentang remaja tidak akan pernah ada habisnya. Selalu ada materi menarik yang dapat didiskusikan mengenai seluk beluk dunia remaja. Materi tentang remaja sangat luas, mulai dari pertumbuhan dan perkembangan remaja, hingga problematik yang terkait dengan remaja. Ada berbagai pengertian remaja yang dikemukakan oleh para ahli. Remaja merupakan masa transisi antara masak anak-kanak dan dewasa (Triyono, dkk, 2012). Remaja juga memiliki arti bahwa dimulai dari masa berakhir kanak- kanak kemudian masuk pada masa pubertas hingga berakhir pada status dewasa disandangnya. Bahkan ada pendapat lain yang menyatakan bahwa, masa remaja dimulai pada usia pertama kali mendapatkan menstruasi (wanita) dan mendapatkan mimpi basah (laki- laki), serta berakhir pada usia 18 atau 21 tahun. Menurut Papalia (2009) menyatakan bahwa masa remaja merupakan peralihan masa perkembangan antara masa kanak- kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan besar pada aspek fisik,