Jurnal Sain Peternakan Indonesia Available at https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/index DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.15.2.138-141 P-ISSN 1978-3000 E-ISSN 2528-7109 Volume 15 Nomor 2 edisi April-Juni 2020 138 | Umur induk dan lama penyimpanan telur terhadap bobot, daya tetas (Sumbayak et al., 2020) Pengaruh Umur Induk dan Lama Penyimpanan Telur terhadap Bobot Telur, Daya Tetas dan Bobot Tetas Ayam Kedu Jengger Merah The Effect of Hen Age and Storage Duration on Egg Weight, Hatchability and Hatching Weight of Red Comb Kedu Chicken R. Sumbayak * , E. Kurnianto dan S. Kismiati Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Tembalang Campus, Semarang 50275 – Indonesia *Corresponding E-mail : sumbayakrico@gmail.com ABSTRACT The objective of this research was to evaluate the effect of parent age and egg storage duration on the weight of hatching eggs, hatchability, and weight of hatchings of red comb Kedu chicken. The materials used in the study were 121 eggs producedly 25 females and 5 males from red comb Kedu chicken aged 61-65 weeks, with a sex ratio of 1: 5. The research design used was a completely randomized design (CRD) factorial pattern 5 x 4 with five replications. The first factor was the hen age (61, 62, 63, 64 dan 65 weeks) and the second factor was storage duration for hatching egg (1, 3, 5 and 7 days) at room temperature. The parameters observed were egg weight, hatchability, and hatching weight. The data obtained were analyzedly using the General Linear Model (GLM) procedure with SAS Ver. 6.12. The results showed that the hen age and storage duration did not show significant interaction with the parameters observed. Hen age did not affect the parameters observed however the storage duration had significant effect (P <0.05) on hatchability, but had no effect on the egg weight and hatching weight. In conclusion, hatchability was decreased at the storage duration of 7 day. Key words : Kedu chicken, storage duration, hen age, egg weight, hatchability, hatching weight ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur induk dan lama penyimpanan telur terhadap bobot telur tetas, daya tetas, dan bobot tetas ayam Kedu Jengger Merah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 121 butir telur hasil produksi 25 ekor betina dan 5 ekor jantan Ayam Kedu Jengger Merah umur 61-65 minggu, dengan sex ratio 1 : 5. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 5 x 4 dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama adalah umur induk (61, 62, 63, 64 dan 65 minggu) dan faktor kedua adalah lama penyimpanan telur tetas (1, 3, 5 dan 7 hari) pada suhu ruang. Parameter yang diamati adalah bobot telur tetas, daya tetas, dan bobot tetas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur General Linear Model (GLM) dengan alat bantu SAS Ver. 6.12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara umur induk dan lama simpan terhadap parameter yang diamati. Umur induk tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati sedangkan lama simpan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot telur dan bobot tetas. Kesimpulan adalah daya tetas menurun pada lama penyimpanan 7 hari. Kata kunci : ayam Kedu, lama penyimpanan, umur induk, bobot telur tetas, daya tetas, bobot tetas PENDAHULUAN Ayam Kedu merupakan salah satu jenis ayam lokal Indonesia tipe dwiguna yang produktivitasnya cukup tinggi dan masih banyak dipelihara oleh kalangan masayarakat di daerah Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ayam Kedu memiliki beberapa karakteristik warna antara lain kedu hitam, kedu putih, kedu merah, dan kedu cemani (Rukmana, 2003). Ayam Kedu memiliki daya tahan tubuh yang cukup tinggi, sehingga tidak mudah terserang penyakit serta memiliki komposisi daging yang padat (Johari et al., 2009). Perkembangan ayam kedu di kalangan masyarakat belum sepenuhnya murni. Populasi yang semakin rendah dan umur induk yang sudah tua dapat mengakibatkan kepunahan, sehingga perlu dilakukan proses pemurnian untuk menghasilkan galur murni dan mencegah kepunahan tersebut. Pengembangan usaha ayam kedu dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah melakukan penetasan. Keberhasilan penetasan dipengaruhi oleh kulitas