Pengembangan ekonomi kreatif … 30 Pengembangan Ekonomi Kreatif Kerajinan Sutera di Kabupaten Wajo Helda Ibrahim 1 , Majdah M. Zain 2 , Suardi Bakri 3 , Awaluddin Yunus 4 , Tamzil Ibrahim 5 1,2,3,4,5 Fakultas Pertanian,Universitas Islam Makassar Abstract. Silk development in Wajo Regency is relatively strategic since it involves farmers, opens business opportunities, gives an opportunity for populist economic development, and increases farmer’s income and foreign exchange. Wajo Regency is known as silk producer city in South Sulawesi. Silk weaving activity has been the daily activity of Sengkang Bugis people since their ancestors. The research purposes were (1) to what extent is the characteristic of silk craftsmen in silk craft development conducted in Tanasitolo Sub-district Wajo Regency; and (2) how is silk product development in Tanasitolo Sub-district Wajo Regency. The research was conducted at Pakkana Village Tanasitolo Sub-district Wajo Regency with consideration that the area is one of centers for silk product business development in Wajo Regency. Samples taken were 30 people using purposive sampling. The research results indicate that the characteristics of silk craftsmen in Tanah Sitolo area of Wajo Regency were: 1) Respondents in Pakkanna Village were all female; (2) the highest respondent age (80%) was between 26-50 years old; 13.33% were under 25 years old and 6.67% were above 50 years old; (3) respondent’s family dependents were mostly 5-6 people, which was 36.67 percent; (4) based on experience, most respondents has the longest experiences of 20-25 years, which was 13 percent; and (5) most respondents (50%) had average level of education of junior high school (SMP). Silk craft development had been long conducted but it was in the level of design motive renewal packed with modern motive according to merchants’ order level and consumers’ direct order. The development has been a creative economic-based development. Keywords: development, creative economy, silk, craftsmen I. PENDAHULUAN Indonesia dengan potensi kekayaan yang sangat besar baik potensi sumber daya alam, keragaman budaya maupun sumber daya manusia perlu mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam pembangunan nasional untuk mengoptimalkan berbagai potensi kekayaan yang dimilikinya. Ekonomi kreatif yang berbasis kepada modal kreativitas sumber daya manusia, berpeluang mendorong daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Jika sumber daya manusia Indonesia yang jumlahnya sangat besar memiliki kemampuan untuk berkreasi untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah, maka kreativitas tersebut akan menjadi sumberdaya terbarukan yang tidak ada habisnya. Kerajinan sutera sebagai bagian dari sub sektor industri kreatif merupakan salah satu jenis usaha yang sangat berkembang di Indonesia pada saat ini. Munculnya beraneka jenis produk yang unik, dengan desain yang bagus bernuansa kearifan lokal menjadi bukti bahwa usaha ini berkembang cukup pesat. Pertenunan sebagai salah satu output dari subsistem pengolahan hasil produk tenun yang merupakan salah satu subsistem dalam agribisnis sangat strategis untuk dikembangkan karena dapat memberi nilai tambah dan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani kokon dan pelaku usaha agribisnis. Usaha tenun yang berkembang pesat secara tidak langsung dapat memberi nilai tambah pada produk industri kecil dan berpengaruh pada tingginya permintaan bahan baku. Sulawesi Selatan sebagai salah satu Provinsi terbesar di Kawasan Timur Indonesia memiliki beraneka produk sutera yang berbeda-beda ter- gantung pada daerah penghasil produk sutera di setiap daerahnya. Potensi produk kerajinan sutera dengan nilai ekonomi kreatif dapat menjadi sebuah jalan atau jawaban untuk meningkatkan peluang usaha produk sutera di Sulawesi Selatan khususnya melalui pengembangan dan pemasaran produk berbasis ekonomi kreatif.