Journal of Didactic Mathematics 2023, 4(2), 145-152 Doi: 10.34007/jdm.v4i2.1799 https://mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jdm journalofdidacticmathematics@gmail.com Journal of Didactic Mathematics 145 Hambatan belajar peserta didik pada konsep faktor persekutuan terbesar Cici Sumarni* Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Bengkulu, Indonesia, 38119 Winda Ramadianti Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Bengkulu, Indonesia, 38119 Mardiah Syofiana Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Bengkulu, Indonesia, 38119 Rahmat Jumri Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Bengkulu, Indonesia, 38119 *Corresponding Author: cicisumarni84@gmail.com Abstract. Learning can be achieved optimally if students have no learning obstacle, so that the learning process can be carried out smoothly. If a concept is fully mastered, there will be no learning obstacle. This study aims to determine the learning obstacle that occur in the material of the greatest common factor and one way to overcome these learning obstacles is to make a didactic design. The approach used in this research is qualitative method (Didactical Design Research). Data collection techniques were carried out by giving respondent ability tests (TKR), interviews, and documentation for class VII students of a SMPN in Bengkulu City. From this study, it was found that ontogeny learning barriers, namely students experiencing obstacles regarding the prerequisite material of FPB, namely division and epistemological barriers, namely the definition of factors, common factors, and the greatest common factor. Historis Artikel: Diterima: 07 Juni 2023 Direvisi: 31 Juli 2023 Disetujui: 25 Agustus 2023 Keywords: Epistemology; the greatest common divisor; learning obstacle Sitasi: Sumarni, C., Ramadianti, W., Syofiana, M., & Jumri, R. (2023). Hambatan belajar peserta didik pada konsep faktor persekutuan terbesar. Journal of Didactic Mathematics, 4(2), 145-152. Doi: 10.34007/jdm.v4i2.1799 PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki peranan yang penting dalam dunia pendidikan (Sholihah & Mahmudi, 2015). Matematika dapat memegang peranan penting dalam bidang pendidikan, karena matematika digunakan sebagai sarana berpikir untuk mengembangkan keterampilan penalaran, berpikir kritis, logis, sistematis dan membantu memecahkan masalah sehari-hari (Sari & Asmara, 2021) . Menurut Yusuf et al. (2017) Pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dapat dicapai dengan terlaksananya pendidikan yang tepat waktu dan tepat guna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pentingnya mempelajari matematika juga didasari alasan bahwa matematika berperan penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik (Lestari et al., 2018). Pembelajaran matematika merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, sampai evaluasi dalam program untuk mencapai tujuan pengajaran. Pembelajaran merupakan suatu aktivitas yang mempunyai hubungan tiga aspek yaitu guru, peserta didik dan materi (Suryadi, 2019). Pembelajaran matematika di sekolah idealnya harus dapat membekali peserta didik dengan kemampuan dan keterampilan untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari (Ramadianti et al., 2018). Salah satu tujuan pendidikan adalah mengembangkan kemampuan berpikir, khususnya pendidikan matematika yang berperan aktif dalam pada berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya