Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Volume. 3, No. 1, Tahun 2025 e-ISSN : 2988-3148; dan p-ISSN : 2988-313X; Hal. 216-223 DOI: https://doi.org/10.59059/mutiara.v3i1.2041 Available online at: https://journal.staiypiqbaubau.ac.id/index.php/Mutiara Received: Oktober 30, 2024; Revised: November 30, 2024; Accepted: Desember 31, 2024; Online Available: Januari 06, 2025; Analisis Al-Muwazanah pada Qur’an Surah Al-Ghasiyah Nur Zakiah Harahap, Siti Rahmah, Harun Ar-Rasyid Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Email : nurz70006@gmail.com, nstrahma520@gmail.com, harunalrasyid@uinsu.ac.id ABSTRACT: Muwazanah is one of the balaghah discussions in the study of badi' science. Muwazanah is included in muhasinat al-lafdziyyah, namely studies in Ilmubadi' which discusses the beauty of language related to lafadz. Language style itself is a way to express or express feelings both in writing and verbally. Muwazanah in balaghah science is an analytical method used to compare two or more texts or expressions in terms of language beauty, structure and meaning. This approach aims to assess the effectiveness of rhetoric and writing style, as well as to explore the depth of meaning contained in literary works. By conducting muwazanah, researchers can identify the strengths and weaknesses of each text, thereby providing deeper insight into communication techniques and aesthetic appeal. The results of this muwazanah can enrich understanding of balaghah and its contribution to the art of speaking and writing in a cultural and literary context. Keywords : Balaghah, Muwazanah, Muhasinat Al-Lafdziyyah ABSTRAK: Muwazanah merupakan salah satu pembahasan balaghah yang ada dalam kajian ilmu badi' . Muwazanah termasuk dalammuhasinat al-lafdziyyah, yaitu kajian dalam ilmubadi' yang membahaS tentang keindahan bahasa yang berhubungan dengan lafadz. Gaya bahasa sendiri merupakan cara untuk mengungkapkan atau mengekspresikan perasaan baik secara tertulis maupun secara lisan. Muwazanah dalam ilmu balaghah adalah metode analisis yang digunakan untuk membandingkan dua atau lebih teks atau ungkapan dalam hal keindahan bahasa, struktur, dan makna. Pendekatan ini bertujuan untuk menilai keefektifan retorika dan gaya penulisan, serta untuk menggali kedalaman makna yang terkandung dalam karya sastra. Dengan melakukan muwazanah, peneliti dapat mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing teks, sehingga memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang teknik komunikasi dan daya tarik estetis. Hasil dari muwazanah ini dapat memperkaya pemahaman tentang balaghah dan kontribusinya terhadap seni berbicara dan menulis dalam konteks budaya dan sastra. Kata Kunci : Balaghah, Muwazanah, Muhasinat Al-Lafdziyyah 1. PENDAHULUAN Supaya bisa memahami Bahasa Arab dengan baik, dibutuhkan 13 macam ilmu, yaitu: ilmu sharf, i'râb (nahw), rasm, ma'âni, bayân, badî', 'arûdl, qawâfi, qardl al-syi’r, insyâ’, khithâbah, tarîkh al-adâb danmatn al-lughah. Ilmu sharf digunakan untuk mempelajari bentuk- bentuk kata (abniyât al-alfâzh) sebelum dirangkai menjadi sebuah kalimat. Ilmu nahw untuk mempelajari cara baca (i'rab) kata yang telah dirangkai dalam sebuah kalimat. Ilmu bayân (balâghah dalam istilah ulama’ muta’akhkhirin) mempelajari 3 macam ilmu, yaitu ilmu ma’âni, ilmu bayân dan ilmu badî’. Ilmu ma’âni adalah ilmu yang memelihara kesalahan dalam mengemukakan maksud pembicara (mutakallim) agar dapat diterima oleh lawan bicara (mukhâthab). Ilmu bayân adalah ilmu yang memelihara timbulnya ta’qîd ma’nâwi (kalimat yang tidak jelas petunjuknya terhadap makna yang dimaksud). Ilmu badî’ adalah ilmu yang digunakan untuk memperindah kalimat(kalâm). Karenanya, ilmu badî’ selalu didasarkan pada ilmu ma’ânidan ilmu bayân di atas. Maksudnya, jika dua ilmu itu benar-benar diterapkan pada suatu kalimat, dengan sendirinya akan tampak keindahan kalimat. (Khamim & Subakir, 2018)