Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, Vol. 19 No. 2 - Oktober 2023 121 2D ANIMATION STORYBOARD DESIGN OF MIRA AND THE BATIK FAIRY: AN OVERTURE TO BATIK SAWAT PENGANTIN CIREBON FOR CHILDREN Angelia Lionardi 1 , I Gusti Agung Rangga Lawe 2 , Farah Aulia Rahma 3 , Yasmin Zahra Firdaus 4 , Sheril Luthfiana Tobing 5 Visual Communication Design, School of Creative Industries Telkom University 1st Telekomunikasi Street, Bandung, Indonesia, 40257 No. Tlp.: 081357585112 E-mail: angelialionardi@telkomuniversity.ac.id ABSTRACT Batik, a cultural artifact full of philosophical values, is now seen as just a part of fashion style and an adorning element. Many people, especially children, do not understand the symbolic meanings of the aesthetic elements of batik. This problem is typical in Indonesia, including in Cirebon. As batik centers, only a few schools in Cirebon provide opportunities for their students to learn about batik. If the meaning or philosophy of batik is to be taught to the younger generation, then an approach using new media can be an alternative way to introduce it persuasively. One medium that is familiar to the younger generation and has the potential to introduce batik to children is 2D animation. The research method used was qualitative. The animation process was conducted in several stages, it started from collecting data about the batik to create the theme: Batik Sawat Pengantin Cirebon. Data collection was done by direct observation and interviews. After the data was collected, the next step was to search for story ideas, create scenarios, design visual concepts, and create storyboards. Then, the animation production process was immediately carried out. This research focuses on the storyboard design part, namely the clean-up storyboard and animatic storyboard, which could guide in making 2D animation. Keywords: animatic storyboard, children, Batik Sawat Pengantin ABSTRAK Desain Storyboard Animasi 2d Mira dan Peri Batik: Batik Sawat Pengantin Cirebon untuk Anak. Batik, sebuah artefak budaya yang sarat nilai filosofis, kini dipandang hanya sebagai bagian dari gaya busana dan unsur pemanis. Banyak masyarakat, khususnya anak-anak, belum memahami makna simbolis dari unsur estetika batik. Permasalahan ini lumrah terjadi di Indonesia, termasuk Cirebon. Sebagai sentra batik, hanya sedikit sekolah di Cirebon yang memberikan kesempatan kepada siswanya untuk belajar membatik. Apabila makna batik ingin diajarkan kepada generasi muda, pendekatan dengan menggunakan media baru dapat menjadi alternatif untuk mengenalkannya secara persuasif. Salah satu media yang dekat dan berpotensi mengenalkan batik kepada anak-anak adalah animasi 2D. Metode penelitian yang akan digunakan adalah kualitatif. Proses animasinya dimulai dengan beberapa tahapan, dari pengumpulan data tentang batik yang ingin dijadikan tema cerita: Batik Sawat Pengantin Cirebon. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah mencari ide cerita, membuat skenario, merancang konsep visual, dan membuat storyboard. Kemudian, proses produksi animasi dapat dilakukan. Penelitian ini akan fokus pada bagian desain storyboard, yaitu clean-up storyboard dan animatic storyboard yang akan menjadi panduan dalam pembuatan animasi 2D. Kata Kunci: animatic storyboard, anak, Batik Sawat Pengantin Diterima: 14 Februari 2023, Revisi: 20 Oktober 2023, Disetujui: 25 Oktober 2023