Analisis Strategi Penanganan PR Krisis Jeju Airlines terhadap Kecelakaan Pesawat Analisis Strategi Penanganan PR Krisis Jeju Airlines terhadap Kecelakaan Pesawat Saeful Mujab, M.I.Kom., Ditya Kamila Putri, Intan Millenia Marsella Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Jl. Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Jawa Barat 17121 Dityakamilaputri09@gmai.com, intanmillenia19@gmail.com ABSTRAK Jeju Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di Korea Selatan yang memiliki peran penting dalam industri penerbangan. Ketika terjadi kecelakaan pesawat, manajemen krisis menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga reputasi perusahaan serta kepercayaan publik. Strategi Public Relations (PR) krisis menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menangani permasalahan ini. Penanganan krisis yang efektif tidak hanya membantu meminimalisir dampak negatif, tetapi juga membangun kembali citra perusahaan di mata masyarakat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, berita, dan laporan terkait kasus kecelakaan pesawat Jeju Airlines. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi langkah-langkah strategi PR yang diterapkan oleh perusahaan, termasuk komunikasi krisis, transparansi informasi, dan upaya memperbaiki hubungan dengan pemangku kepentingan. Jeju Airlines mengadopsi berbagai strategi krisis yang mencakup pemberian informasi secara terbuka kepada publik, permintaan maaf resmi, serta tindakan perbaikan operasional untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Pentingnya komunikasi yang cepat, transparan, dan konsisten dalam menangani krisis agar dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap perusahaan. Kata kunci: Manajemen Krisis, Public Relations (PR), Jeju Airlines, Kecelakaan Pesawa. PENDAHULUAN Industri penerbangan merupakan sektor yang memiliki standar operasional dan keselamatan yang sangat tinggi. Dalam situasi tertentu, seperti kecelakaan pesawat, reputasi perusahaan dapat terancam, sehingga diperlukan langkah strategis untuk mengelola krisis. Dalam konteks ini, manajemen isu dan krisis menjadi sangat penting sebagai upaya untuk