LIVING QUR’AN: PEMAHAMAN DAN PRAKTIK HIJAB DALAM KEHIDUPAN MODERN Bashori Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Bashori@uin-antasari.ac.id Siti Saidah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin 220103020011@mhs.uin-antasari.ac.id Abstract This article explores the understanding and practice of hijab in the context of modern life through the Living Qur'an approach, highlighting the interaction between the Qur'anic texts and the current socio-cultural context. Hijab, which functions as a symbol of modesty and covering of aurat in Islam, often undergoes various interpretations over time. Interpretations of Qur'anic verses such as Surah An-Nur (24:31) and Surah Al-Ahzab (33:59) result in diverse understandings among scholars and the general public. In the modern era, especially among urban Muslim women, hijab is not only seen as a religious obligation but also as a symbol of identity, self-expression, and a response to social and global cultural dynamics. The phenomenon of hijab often stands at the crossroads between religious norms and fashion trends, raising questions about how Islamic teachings can adapt to changing times. This article also discusses how the Living Qur'an can bridge the relationship between Qur'anic texts and the practice of hijab in modern society, while considering the importance of women's freedom to choose their way of dressing. Through this study, it is hoped to provide insights into the relevance of Qur'anic teachings in contemporary social contexts and their contribution to the understanding of hijab as part of individual piety. Hijab is not only limited to aspects of appearance but also includes morality and ethics in daily life. Abstraksi Artikel ini mengeksplorasi pemahaman dan praktik hijab dalam konteks kehidupan modern dengan pendekatan Living Qur'an, yang menyoroti interaksi antara teks Al-Qur'an dan konteks sosial-budaya masa kini. Hijab, yang berfungsi sebagai simbol kesopanan dan penutup aurat dalam Islam, sering kali mengalami berbagai interpretasi seiring dengan berjalannya waktu. Penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an seperti Qs. An-Nur (24):31 dan Qs. Al-Ahzab (33):59 menghasilkan pemahaman yang beragam, baik di kalangan ulama maupun masyarakat luas. Di era modern, terutama di kalangan wanita Muslim urban, hijab bukan hanya dilihat sebagai kewajiban agama, melainkan juga sebagai simbol identitas, ekspresi diri, dan tanggapan terhadap dinamika sosial serta budaya global. Fenomena hijab sering kali berada dalam persimpangan antara norma agama dan tren mode, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana ajaran Islam dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Artikel ini juga membahas bagaimana Living Qur'an dapat menjembatani hubungan antara teks Al-Qur'an dengan praktik hijab di masyarakat modern, serta mempertimbangkan pentingnya kebebasan perempuan dalam memilih cara berpakaian. Melalui studi ini, diharapkan dapat memberikan wawasan tentang relevansi ajaran Al-Qur'an dalam konteks sosial kontemporer dan kontribusinya terhadap pemahaman hijab sebagai bagian dari kesalehan individu. Hijab bukan hanya terbatas pada aspek penampilan, tetapi juga mencakup moralitas dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Keywords:.Hijab, Living Qur’an, Sosial-Budaya