Biosfera 27 (2) Mei 2010 Screening of Potential Probiotic Vibrio sp. Against Vibriosis in the Litopenaeus vannamei Munti Sarida dan Esti Harpeni PS Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Email: munti@unila.ac.id Abstract Vibriosis is a bacterial disease generated by Vibrio sp., particularly V. harveyi that becomes the biggest cause of up to 100% shrimp mortality. Using antibiotics as the curative step is not applicable anymore, because of the residual effects to the shrimp and environment and the resistant effects to the humans as well. The purpose of this study was to screen potentially probiotic from strain Vibrio sp. that could inhibit V. harveyi as an effort of handling vibriosis diseases. Water sample from the shrimp ponds were isolated and purified in SWC-agar and TCBS-agar and then were incubated overnight at the room temperature. Bacterial concentrations were calculated using MC Pharland method and spectrophotometer. In vivo test was conducted for the best candidate of potential probiotic isolate, i.e. CP1. Challenged test was leaded within 4 different bacterial concentrations as the treatments and 2 replications using 10 shrimps as the tested organisms per aquarium. The treatments were 10 7 CFU/ml CP1 VS 10 7 V. harveyi MR5339 Rif R (1), 10 6 CFU/ml CP1 VS 10 7 V. harveyi MR5339 Rif R (2), 10 5 CFU/ml CP1 VS 10 7 V. harveyi MR5339 Rif R (3) and PBS (4) as the control. Our study showed that the Survival Rate of the tested organisms was 90% in the treatment 1. This result indicated the capability of growth inhibition of the candidate probiotic bacterium against V. harveyi. Presumably, Vibrio sp. could be used in the vanamei culture as the probiotic. Finally, the candidate probiotic bacterium was identified as Vibrio furnissii. Key words: Probiotic, Vibriosis, Litopenaeus vannamei, MC Pharland Pendahuluan Bakteri Vibrio spp. merupakan patogen yang sangat penting penyebab kegagalan pertambakkan udang dan penyebarannya hampir di seluruh dunia (Lightner, 1977 dalam Maryani et al., 2002). Dalam budidaya udang putih, penyakit yang sering disebabkan bakteri adalah penyakit vibriosis yang disebabkan oleh serangan bakteri Vibrio harveyi. Penyakit ini lebih dikenal dengan penyakit kunang-kunang karena udang yang terserang penyakit tersebut dalam kondisi gelap terlihat bercahaya. Hal tersebut terjadi karena jenis bakteri V. harveyi mengeluarkan pendaran (luminensensi)(Rukyani, 1992; Lavilla et al., 1998; Sinrat et al., 2000; Zhang et al., 2001; Widanarni, 2004). Bakteri penghasil cahaya ini bersifat sangat patogen dan akut sehingga dapat menyebabkan kematian larva udang sampai 100% dalam waktu satu sampai dua hari. Salah satu tindakan pencegahan terhadap serangan bakteri ini adalah menciptakan lingkungan kondusif yang dibutuhkan oleh udang dan mengurangi peluang berkembangnya organisme patogen dengan cara pengelolaan lingkungan yang baik. (Zonneveld et al.,1991; Widanarni, 2004; Cohen et al., 2005) Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik dapat menyebabkan resistensi bakteri dan bahkan residu pada udang yang dapat membahayakan konsumen. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan antibiotik para petambak udang mengalihkannya dengan penggunaan probiotik. Bakteri probiotik yang diberikan dianggap mampu menambah daya tahan tubuh udang dan menekan pertumbuhan bakteri V. harveyi tanpa menimbulkan dampak buruk terhadap sistem keseimbangan ekologi mikroba dan tanpa harus melakukan eradikasi dengan anti mikroba. Atas dasar pertimbangan tersebut maka perlu dilakukan uji skrining terhadap beberapa bakteri yang memiliki sifat mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen. Upaya pencarian kandidat probiotik tersebut dimaksudkan sebagai upaya menambah jenis probiotik yang nantinya dapat diaplikasikan secara komersial. Upaya pencarian kandidat probiotik yang telah banyak dilakukan dengan cara diisolasi dari beberapa lingkungan perairan, pakan yang 88