Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321, E-ISSN: 2579-8340 Januari, 2024, 10(1): 232-242 232 Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Cabai Antara Petani Swadaya dengan Petani Penerima Pengembangan Kawasan Cabai Keriting Kecamatan Mendo Barat Comparative Analysis of Chili Farming Income Between Independent Farmers and Beneficiary Farmers for the Development of Curly Chili Area in West Mendo District Sucy Wikrawardana*, Fournita Agustina Magister Ilmu Pertanian Universitas Bangka Belitung, Indonesia *Email: sucywikrawardana@gmail.com (Diterima 28-07-2023; Disetujui 14-10-2023) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan membandingkan perbedaan pendapatan petani antara usahatani cabai keriting secara swadaya dengan penerima kegiatan pengembangan kawasan cabai keriting, dan untuk mengetahui usaha tani cabai keriting manakah yang lebih menguntungkan antara petani swadaya dengan petani cabai keriting kegiatan pengembangan kawasan cabai keriting. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja, responden ditentukan dengan teknik penarikkan sampel Proportional Stratified Random Sampling. Responden adalah petani yang diklasifikasi petani swadaya dan petani penerima manfaat. Responden petani swadaya berjumlah 30 orang, dan responden penerima manfaat sebanyak 30 0rang. Penelitian ini menggunakan analisis komparatif, analisis pendapatan, dan analisis keuntungan usaha tani. Hasil penelitian didapatkan pendapatan petani swadaya senilai Rp 5.291.925.250/MT, dan pendapatan penerima manfaat sebesar Rp5.305.861.283/MT. Hasil uji independent t-test diperoleh nilai t hitung 2,42 > dari t tabel senilai 1,67 yang diartikan pendapatan petani penerima manfaat lebih tinggi dibandingkan dengan petani swadaya. Hasil Analisis keuntungan usaha tani menunjukkan usaha tani penerima manfaat lebih menguntungkan senilai Rp9.565.000 dibandingkan dengan petani swadaya. Kata kunci: Analisis komparatif, Pendapatan, Kegiatan Pengembangan Kawasan Cabai Keriting, Cabai Keriting ABSTRACT This study aims to compare the differences in farmers' income between independent curly chili farming and recipients of curly chili area development activities and to find out which curly chili farming is more profitable between independent smallholders and curly chili farmers from curly chili area development activities. The selection of the research location was done deliberately, the respondents were determined by using the Proportional Stratified Random Sampling technique. Respondents are farmers classified as independent smallholders and beneficiary farmers. There were 30 independent smallholder respondents and 30 beneficiary respondents. This study uses comparative analysis, income analysis and analysis of farm profits. The results of the study showed that the income of independent smallholders was Rp 5,291,925,250,-/MT and beneficiary income of Rp. 5.305.861.283,-/MT. The results of the independent t-test obtained a t count of 2.42 > from a t table of 1.67 which means that the income of beneficiary farmers is higher than that of independent smallholders. The results of the analysis of farming profits show that beneficiary farming is more profitable, worth Rp. 9,565,000, - compared to independent smallholders. Keywords: Comparative analysis, Income, Development Activities of Curly Chili Area, Curly Chili PENDAHULUAN Kabupaten Bangka yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bangka Belitung memiliki luas daratan tanpa pulau kecil kurang lebih 302.879 ha atau 3.028,79 km2. Kabupaten Bangka yang beriklim tropis type A, memiliki tingkat curah hujan pada tahun 2021 sebanyak 2.508,5 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 206 hari (BPS Kabupaten Bangka, 2022). Kabupaten Bangka memiliki 8 (delapan) kecamatan, yakni Sungailiat, Belinyu, Riau Silip, Bakam, Puding Besar, Pemali, Merawang, dan kecamatan Mendo Barat.