Vol. 1 No.3 Jilid 2 Juni 2022 Ensiklopedia Research and Community Service Review http://jurnal.ensiklopediaku.org ISSN: 2809-0446 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil PenelitianEnsiklopedia 231 PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN BINA MARGA 1987 DAN MDPJ 2017 JALAN WISATA PENANGKARAN PENYU TALAO PAUAH PARIAMAN DEDIANSYAH 1 , HELGA YERMADONA 2 , DEDDY KURNIAWAN 3 Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat 1,2,3 email: dediansyah047@gmail.com 1 , helga.umsb@gmail.com 2 , deddydk22@gmail.com 3 Abstract: Roads as one of the transportation infrastructure that play an important role in people's lives in increasing economic activity in a place because it helps people to go or send goods faster to their destination. With the construction of this road, it is hoped that it will increase and accelerate the distribution of agricultural products, plantations and the basic needs of the surrounding community. Road pavement is a layer structure that is located above the subgrade, there is a layer of the top foundation and the bottom foundation which each layer consists of compacted aggregates which have a function to transmit stresses due to wheel loads. included in this study using the 1987 Bina Marga Component Analysis Method and the 2017 MDPJ Method. The location of this research is located in the Talao Pauh Pariaman turtle sanctuary. The results of the pavement layer analysis method of Bina Marga 1987 for new road pavements were obtained for the surface layer (D1) which was 10 cm, the upper foundation layer (D2) was 20 cm and the lower foundation layer (D3) was 11.5 cm. And the results of the 2017 MDPJ Pavement Layer Method for new road pavements are obtained for the surface layer which is 17 cm (D1), the top foundation layer (D2) is 19 cm and the lower foundation layer (D3) is 50 cm. Keywords: flexible pavement, MDPJ 2017, Talao Pauah Pariaman. Abstrak: Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat dalam meningkatkan kegiatan ekonomi disuatu tempat karena menolong masyarakat untuk pergi atau mengirim barang lebih cepat sampai ke tujuan. Dengan dibangunnya jalan ini maka diharapkan akan menambah dan mempercepat distribusi hasil-hasil pertanian, perkebunan serta kebutuhan pokok masyarakat sekitar. Perkerasan jalan yaitu struktur lapis yang terletak diatas tanah dasar terdapat lapisan pondasi atas serta pondasi bawah yang setiap lapisan terdiri dari agregat- agregat yang dipadatkan yang memiliki fungsi untuk menyalurkan tegangan akibat beban roda. termasuk pada penelitian ini mengunakan Metode Analisa Komponen Bina Marga 1987 dan Metode MDPJ 2017. Lokasi penelitian ini terletak di penangkaran penyu Talao Pauh Pariaman. Hasil Lapisan Perkerasan Metode Analisa komponen Bina Marga 1987 untuk perkerasan jalan baru didapatkan Untuk Lapisan perkmukaan (D1) yaitu sebesar 10 cm, Lapisan pondasi atas (D2) sebesar 20 cm dan Lapisan pondasi bawah (D3) sebesar 11,5 cm. Dan Hasil Lapisan Perkerasan Metode MDPJ 2017 untuk perkerasan jalan baru didapatkan Untuk Lapisan perkmukaan yaitu sebesar (D1) 17 cm, Lapisan pondasi atas (D2) sebesar 19 cm dan lapisan pondasi bawah (D3) sebesar 50 cm. Kata Kunci : Perkerasan lentur, MDPJ 2017, Talao Pauah Pariaman. A. Pendahuluan Kawasan wisata untuk penangkaran penyu terletak di Talao Pauh Pariaman, saat ini kondisi jalan akses ke kawasan wisata tersebut masih belum diaspal, sehingga perlu direncanakan tebal perkerasan lentur untukkawasan wisata tersebut. Dalam perencanaan tebal perkerasan banyak metode-metode yang dapat digunakan untuk perencanaan tersebut. Tetapi dalam perencaaan ini hanya membandingkan 2 metode yaitu Metode Analisa Komponen Bina Marga 1987 dan Metode Desain Perkerasan Jalan 2017. Menurut Tenriajeng (2002) menyatakan bahwa perkerasan jalan adalah campuran antara agregat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai : batu pecah, batu belah, batu kali, hasil samping peleburan baja. Bahan ikat yang digunakan: aspal, semen, tanah liat. Sedangkan menurut Saodang (2005), struktur perkerasan merupakan gabungan dari komposisi bahan, yang masing-masaing berbeda elastisitasnya. . Adapun susunan lapisan perkerasan lentur terdiri dari: -Lapisan permukaan (Surface course)