Sensualitas dan Tubuh Perempuan dalam Film-film Horor di Indonesia (Kajian Ekonomi Politik Media) Primada Qurrota Ayun Pendidikan Pascasarjana Ilmu Komunikasi Gadjah Mada Konsentrasi Ilmu Komunikasi dan Media primadaqa.ayu@gmail.com Abstrak Adanya ketidakseimbangan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan adalah hasil dari strukturasi dalam sistem sosial yang membuat perempuan selalu menjadi objek dalam media massa. Film horor di Indobesia, menampilkan perempuan sebagai komoditas yang di tawarkan. Melalui pendekatan kritis, tulisan ini mencoba untuk melihat bagaimana film horor di Indonesia yang menunjukkan sensualitas dan tubuh perempuan adalah hasil dari tendensi ekonomi dan politik. Abstract Unbalance social relation between man and woman as a result of structuration in social system makes woman always be the object of mass media. Horror movie in Indonesia, serves woman as trading commodity. Through critical approach, this article tries to clarify that horror movies in Indonesia which show sensuality and woman’s body are the result of economic and political tendency. Keywords: woman, horror movie, commodity, structuration Pendahuluan Masih ingatkah kita akan kasus pertengkaran antara Dewi Persik dan Julia Peres di infotainmen sekitar bulan November 2010? Kedua artis seksi itu tengah ribut karena adegan pertengkaran di sebuah film horor, yang berjudul “Arwah Goyang Kerawang”. Video yang beredar di dunia maya, memperlihatkan kedua artis yang memiliki tubuh seksi itu menggunakan baju penari berpotongan dada rendah dan tampak sedang bertengkar. Film-film horor di Indonesia identik dengan sosok perempuan yang memiliki penampilan “berani” dalam berbusana. Sebut saja beberapa artis seksi yang kerap bermain dalam film horor, seperti Julia Peres dan Dewi Persik. Mereka berdua begitu memiliki daya pikat dalam film bergenre horor. Dengan akting yang pas-pasan kedua artis ini mampu mendongkrak rating film horor yang dibintanginya. Film horor yang seharusnya menampilkan kesan mistis dan menakutkan, berubah tampilan menjadi sebuah film yang menampilkan perempuan-perempuan seksi. Sosok hantu yang ditampilkan pun tak ubahnya juga menampilkan tubuh perempuan. Yang lebih lucu lagi adalah ketika kita memperhatikan poster film horor. Siapa yang tampil menonjol dalam poster tersebut? Kalau kita perhatikan maka sosok perempuan seksi lebih mendominasi ketimbang sosok hantu. Sensualitas dan tubuh perempuan menjadi dua hal yang sangat menonjol dalam film horor di Indonesia. Sebagian besar film tersebut selalu menampilkan perempuan- perempuan yang seksi dan ada pula yang menjadikan artis porno sebagai daya pikat untuk lakunya film horor tersebut.