12 JURNAL ORTOPEDAGOGIA, VOLUME 8 NOMOR 1 JULI 2022:12 - 18 E-ISSN : 2528-2980 P-ISSN : 2355-1143 http://journal2.um.ac.id/index.php/jo FILE DITERIMA : 12 Nov 2021 FILE DIREVIEW: 13 Des 2021 FILE PUBLISH : 31 Jul 2022 Implementasi TEACCH Dalam Pembelajaran untuk Siswa Autisme di Sekolah Khusus Anissa Sa’adah, Pramono, Abdul Huda, Muchamad Irvan Universitas Negeri Malang E-mail : anissasaadah15@gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode TEACCH dalam pembelajaran siswa dengan gangguan spektrum autisme pada jenjang pendidikan dasar di sekolah khusus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan TEACCH di sekolah khusus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan meliputi: membangun mindset guru, pemberian edukasi ke tenaga pendidik, membentuk tim percepatan (koordinator program, koordinator kurikulum, guru), membuat support system dan evaluasi berkelanjutan. Pelaksanaan penerapan TEACCH ditunjukkan dari kegiatan pengajarannya yang terstruktur, yaitu: kegiatan yang jelas dan runtut melalui adanya sistem kerja, kegiatan yang jelas dan terprediksi melalui digunakannya jadwal kegiatan, dilakukannya penataan stuktur fisik lingkungan belajar, dan penggunaan alat bantu visual. Evaluasi dilakukan untuk menilai perkembangan hasil belajar siswa dan kinerja guru dalam mengajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan TEACCH dalam pembelajaran siswa autis di SDLB Autisme River Kids Malang berhasil dijalankan dengan baik oleh pihak sekolah. Kata kunci: TEACCH, Autism, Pembelajaran Abstract: This study aims to describe the application of the TEACCH method in the learning of students with an autism spectrum disorder to the level of primary education in special schools. The research was conducted using a qualitative approach through case studies. Data collection is done with observation, interview, and documentation. Analyze the data using the Miles & Huberman model. Research findings suggest that the TEACCH application process in special schools goes through planning, implementation, and evaluation phases. Planning includes: building teacher mindsets, providing education to educators, forming acceleration teams (program coordinators, curriculum coordinators, teachers), making support systems and evaluations sustainable. The implementation of TEACCH application is demonstrated from its structured teaching activities, namely: clear and robust activities through the introduction of work systems, clear and predictable activities through the use of activity schedules, the establishment of physical structures of learning environments, and the use of visual aids. Evaluation is conducted to assess the progress of students’ learning outcomes and teachers’ performance in teaching. This study concludes that TEACCH’s application to autistic student learning at River Kids Malang Autism SDLB was successfully implemented by the school. Keywords: TEACCH, Autisme, Learning PENDAHULUAN Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan sebuah kondisi gangguan perkembangan syaraf (neurodevelopmental disorder) yang kondisinya ditandai dengan adanya hambatan pada komunikasi dan interaksi social dalam berbagai situasi serta adanya pola perilaku ketertarikan yang terbatas (restrictive) maupun aktivitas yang berulang (repetitive) (Association, 2013). Gejala dari kondisi ASD mulai muncul dialami pada masa anak-anak ketika berusia sebelum tiga tahun dengan karakteristik gangguan khusus pada tiga aspek yaitu: masalah perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial (YPAC, 2000). Anak dengan kondisi ASD meskipun memiliki gejala yang sama namun dampak yang ditimbulkan pada perilaku setiap anak autis akan berbeda dengan yang lain, hal ini dikarenakan gangguan spektrum autis memiliki rentang yang bervariasi dari ringan hingga berat (Junaidi dkk., 2020). Gangguan dari kondisi autism memberikan kesulitan bagi anak autis dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari secara efektif dan mandiri termasuk dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Seperti siswa autis kesulitan dalam mengemukakan keinginannya, memahami perkataan orang lain, melaksanakan instruksi yang diberikan guru dengan tepat, dan seringkali membutuhkan bantuan guru ataupun orang lain. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anak autis dalam keterampilan koomunikasinya dan kemampuan mereka yang rendah dalam memproses informasi secara auditory (Mesibov & Shea, 2010). Anak autis juga kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan