1 BIAYA PRODUKSI Nasywa Putri Dewi 1 , Pipit Angrani 2 , Revanessa Zaskia Fitri 3 , Hani Hasanah 4 Universitas Islam Syekh-Yusuf 1234 Email: nasywaputridewi85@gmail.com 1 , pipitanggrani259@gmail.com 2 , revanessa.zaskia.fitri@gmail.com 3 , hanihasanah@unis.ac.id 4 LATAR BELAKANG Dalam era globalisasi saat ini, persaingan di dunia usaha semakin ketat, dan hanya perusahaan yang memiliki kinerja baik yang akan bertahan. Untuk memastikan kelangsungan hidup perusahaan di tengah persaingan yang semakin sengit, diperlukan pengelolaan yang baik dan terencana. Tujuan utama perusahaan adalah mencapai laba bersih yang maksimal. Penilaian kinerja keuangan penting untuk mengetahui sejauh mana keuntungan perusahaan dengan membandingkan laba dari tahun ke tahun. Dengan memahami kinerja keuangan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi keuangannya dan meningkatkan laba di masa depan. Untuk mendapatkan laba, perusahaan perlu mengeluarkan biaya yang umumnya diukur dari jumlah laba yang diperoleh dalam periode tertentu. Laba bersih berfungsi sebagai ukuran profitabilitas dan dapat digunakan untuk menilai apakah manajemen telah memanfaatkan aset dengan baik. Perusahaan biasanya berusaha untuk memaksimalkan laba bersih demi stabilitas operasionalnya. Untuk mencapai laba yang diinginkan, perusahaan perlu merencanakan laba dengan baik. Hal ini tergantung pada kemampuan perusahaan dalam memprediksi kondisi usaha yang tidak menentu di masa depan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi laba. Tiga faktor utama yang memengaruhi laba adalah biaya, harga jual, dan volume penjualan atau produksi (Halim & Supomo, 2009). Di antara faktor-faktor tersebut, biaya adalah salah satu yang paling berpengaruh terhadap besarnya laba. Biaya, terutama biaya produksi, adalah