1616 SARANA PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN TINGKAT KEMISKINAN DI KECAMATAN TANJUNG SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN KABUPATEN LOMBOK UTARA, PASKA GEMPA 2018 DAN MASA PANDEMI COVID-19 MUHAMMAD ALWI 1) , PUTU KARISMAWAN 2) , I DEWA KETUT YUDHA S 3) , IWAN HARSONO 4) , Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Indonesia putukarismawan@gmail.com ABSTRAK Gempa tahun 2018 disusul Pandemi Covid-19 menjadi starting point untuk meneliti koondisi sarana pendidikan, kesehatan dan tingkat kemiskinan di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan analisis data BPS dan proyeksi jumlah penduduk Kecamatan tanjung sampai Tahun 2025, kondisinya sebagai berikut: sekolah TK 17 unit, seharusnya 37 sekolah TK; SD sebanyak 34 unit, seharusnya 30 unit jadi ada kelebihan sekolah SD negeri sebanyak 3 unit. .Sekolah SMP/MTS sebanyak 13 unit, seharusnya 11 unit dengan demikian SMP negeri masih kurang 5 Unit; SMA/SMAK/MA sebanyak 9 unit, seharusnya 10 unit sekolah, jadi masih kurang 1 unit. Sarana kesehatan relatif kurang dibandingkan jumlah penduduk Kecamatan Tanjung sebanyak 220.412 jiwa tahun 2019 dimana balai pengobatan seharusnya ada 5 unit, puskemas pembantu seharusnya ada 82 unit, praktek dokter hanya ada 8 unit seharusnya 10 unit serta sarana labolatorium tidak ada seharusnya ada 1 unit. Sarana rumah sakit jika dilihat dari jumlah penduduk dan dari posisi Kecamatan Tanjung sebagai ibu kota kecamatan maka belum memenuhi untuk 1 unit rumah sakit, harusnya 3 rumah sakit Type C atau 1 rumah sakit Type C dan 1 rumah sakit Type B. Berdasarkan analisa data kualitatif bahwa tingkat kemiskinan di Kecamatan Tanjung relatif tingg. Faktor faktor penyebab tingginya kemiskinan di Kecamatan Tanjung adalah masih banyaknya angkatan kerja yang menganggur, rendahnya tingkat pendidikan angkatan kerja, kurang keterampilan yang dimiliki angkatan kerja, kesulitan mendapat pekerjaan disebabkan lapangan kerja sempit, dan kurang modal untuk dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki sebagian angkatan kerja. Kata kunci : Kebutuhan Sarana Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan ABSTRACT Earthquake 2018 and than Covid-19 Pandemic as starting point to conduct research about condition of educations, healties and rate of poverty in Tanjung Districts, North Lombok, West Nusa Tenggara Province. Base on analysis data of centre of Statistic Bureau of North Lombok (BPS) and population projection of Tanjung districts untill 2025, the condition are: fasilities of kindergarten has not been enough yet. The distibution of that finfrastructure among the vilages is not equal. The elemnteray or primary school (Sekolah Dasar), junior high school ( Sekolah Menengah Pertama) are more than enough, Midle high school (sekolah Menengah Atas) are not enough yet. The aditional education fasilities in 2022 need to add, such as 20 units of new kindergarten, 1 units of Midle high school. Health fasilities relatively has not been enough yet, compare to district Tanjung population as much 220.412 and the position distric Tanjung as capital of North Lombok regency e.g community helath centre and sub community health centre (Puskesmas dan Puskesmas Pembantu), polyclinic and laboratory, hospital, private doctor services, farmacy are not enough yet realtively to population. It should there 5 unit of Community health centre dan 82 sub cummunity helath centre, 10 private doctor services, 1 unit of laboratory, 3 unit of hospital C or 1 B type. Base on qualitative data that rate of poverty in Tanjung district is relativly high. The lowest education level, skill, Lack of employment opurtunity, and capital are the prime faktor of poverty. Kewords: the need of education fasilities, heatlh fasilitie, poverty. Diterima Disetujui Dipublish Hal : 19 Mei 2022 : 25 April Juni 2022 : 10 September 2022 : 1616 - 1626 http://journal.unmasmataram.ac.id/index.php/GARA Jurnal Ganec Swara Vol. 16, No.2, September 2022 ISSN 1978-0125 (Print); ISSN 2615-8116 (Online)