Available online at: prosiding.relawanjurnal.id/index.php/comdev
Proceeding of Community Development
Volume 2 (2018): 106-110; DOI: https://doi.org/10.30874/comdev.2018.132
“Memperkuat Produktivitas untuk Ketahanan Ekonomi Nasional”
Copyright © 2018, Muhammad Nurman; Any Tri Hendarini; Nur Afrinis.
ISSN 2615-2924 (online)
TIPE ARTIKEL: ARTIKEL PENELITIAN
Pengembangan Usaha Ikan Patin di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar
Riau
Muhammad Nurman
1
, Any Tri Hendarini
2
, Nur Afrinis
3
1,2,3,
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Bangkinang, Indonesia
E-mail: muhammadnurman1977@yahoo.com; anytrihendarini@gmail.com; afrinis.eva@gmail.com
Abstrak
Kabupaten Kampar adalah penghasil ikan patin terbesar di Riau. Petani ikan patin di wilayah ini
melakukan budidaya ikan patin secara mandiri. Mitra mengalami kendala dalam modal yang sangat
minim, dimana harga benih dan pakan yang semakin meningkat, sedangkan harga jual ikan patin yang
cenderung tetap atau bahkan mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini untuk membantu petani ikan
patin untuk meningkatkan pendapatan dan nilai jual patin yang dihasilkan dengan pemberian mesin pelet.
Kendala yang dihadapi mitra yaitu tingginya harga pakan menyebabkan tingginya harga produksi,
sedangkan daya jual ikan patin rendah. Hal inilah yang menyebabkan sedikitnya keuntungan yang
diperoleh petani ikan patin. Kegiatan yang dilakukan pada program PKM ini adalah penggunaan IPTEKS
dalam segi produksi ikan patin yaitu dengan pemberian mesin pakan/pellet, upaya ini bertujuan untuk
mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersil yang dijual dengan harga yang relative
tinggi..Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni dengan pemberian mesin pellet kepada mitra. Dengan
pemberian mesin ini bisa meningkatkan pendapatan petani ikan patin. Harga pellet komersil adalah Rp
9.666,-, sedangkan harga pakan dengan penggunaan mesin pellet adalah Rp4.850,-. Adapun selisih
keuntungan yang didapat oleh petani patin dengan pemberian mesin pellet adalah Rp 4.816,-. Sehingga
penggunaan mesin pellet dapat meningkatkan pendapatan mitra ikan patin.
Kata kunci: Ikan Patin; Mesin Pellet; Pemasaran; Pendapatan.
Abstract
Kampar Regency is the largest producer of catfish in Riau. Catfish farmers in this region carry out catfish
cultivation independently. Partners experience very little capital constraints, where the price of seeds and feed
is increasing, while the selling price of catfish tends to remain or even decline. The purpose of this activity is to
help catfish farmers to increase their income and the sale value of pangasius produced by providing pellet
machines. Constraints faced by partners, namely the high price of feed causes high prices of production, while
the selling power of catfish is low. This is what causes the least benefit obtained by catfish farmers. The
activities carried out on this PKM program are the use of science and technology in terms of catfish
production, namely by providing feed / pellet machines, this effort aims to reduce dependence on commercial
feed sold at relatively high prices. Pellet to partners. By giving this machine it can increase the income of
catfish farmers. The price of commercial pellets is Rp. 9,666, - while the price of feed with the use of pellet
machines is Rp. 4,850. The difference in profits obtained by catfish farmers by providing pellet machines is Rp.
4,816. So that the use of pellet machines can increase the income of catfish partners.
Keywords: Catfish, Pellet Machines, Marketing, Income
PENDAHULUAN
Kabupaten Kampar dikenal sebagai penghasil ikan patin terbesar di Kabupaten Kampar. Tingginya
produksi ikan patin di Kampar menumbuhkan harapan baru, sebagai daerah penghasil terbesar tentunya