Vol. 5, No. 2, 2022 pp. 52-57 DOI: 10.24014/ittizaan.v5i2.16448 Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam ISSN: 2620-3820 Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/alittizaan 1 Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling Pada Sekolah Menengah Atas di Aceh Besar Syaiful Bahri 1 , Nurhasanah 2 , Muhammad Sauqi 3 1,2,3 Universitas Syiah Kuala Article Info ABSTRACT Article history: Received Jan 12 th , 2022 Revised Jun 20 th , 2022 Accepted Oct 30 th , 2022 The purpose of this research is to know the performance description of guidance and counseling teachers at high schools in Aceh Besar and what factors influence the performance of guidance and counseling teachers at high schools. This research uses a quantitative descriptive approach with a population and research sample of 27 counseling teachers spread across 19 schools. Techniques for data collection using a scale 4 questionnaire and data analysis techniques using descriptive analysis. The results of the study show that (1) the performance description of Guidance and Counseling Teachers at SMA is in the moderate category (Less Professional) with a frequency of 19 people (70%). (2) the results of the analysis of the factors that affect the performance of guidance and counseling teachers are divided into two, namely (a) Internal factors with high gains and a frequency of 21 people (78%) this is caused by the health condition of the Counseling Teachers, (b) External factors are in the high category and the frequency is 20 people (74%) this is due to the principal's leadership style. Based on the results of this analysis, the good or bad performance of the counseling teacher is greatly influenced by the health condition of the counseling teacher and the leadership style of the school principal. Keyword: Guidance And Counseling Teacher Performance, Teacher Performance, Descriptive Analysis. © 2022 The Authors. Published by UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This is an open access article under the CC BY license (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0) Corresponding Author: Syaiful Bahri Universitas Syiah Kuala Email: saifulnani@yahoo.com Pendahuluan Keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak bisa terlepas dari kemampuan kinerja guru karena guru merupakan ujung tombak dari pelaksanaan belajar mengajar. Seorang guru tidak hanya menangani masalah akademik saja, akan tetapi masalah pengoptimalisasian potensi peserta didik juga merupakan tugas dan tanggung jawab guru dan hal ini bersinggungan langsung dengan tugas dan tanggung jawab guru bimbingan dan konseling. Secara legal Bimbingan Konseling tercantum dalam undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 6 yang menyatakan bahwa konselor sebagai salah satu kualifikasi pendidik. Selanjutnya diperkuat dengan Permendikbud No. 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu bagian integral terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan, Tercapainya tujuan pendidikan tidak terlepas dari bimbingan dan konseling, beberapa kegiatan dalam bimbingan dan konseling sangat memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan siswa untuk menjadi manusia yang berguna. Di dalam Permendikbud No.111 tahun 2014 dijelaskan bahwa layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan secara keseluruhan dikemas dalam 4 komponen program , yaitu: (a) layanan dasar, (b) layanan peminatan dan perencanaan individual, (c) layanan responsif, dan (d) dukungan sistem. Sedangkan bidang layanan terbagi menjadi 4 bidang, yaitu: (a) pribadi, (b) sosial, (c) belajar