JIMP - Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan Vol 4 No 2 Agustus 2019 ISSN 2503-1945 10 Departemen Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Merdeka Pasuruan Sistem Monitoring Pemakaian Air Pdam Tirta Kencana Kota Samarinda Berbasis Arduino Yoan Erfani Eko Paksi 1 , Edi Prihartono 2 Program Studi Teknik Informatika Universitas Dr. Soetomo Surabaya Dante.dimartino1993@gmail.com 1 , edi.prihartono@unitomo.ac.id 2 Abstract : PDAM is a regional-owned company engaged in the distribution of clean water. Currently, almost all PDAMs still use manual water meter system. Officers came directly to customers' homes to record the numbers on the water meter. But in this way there are often problems such as: the speed of the flow of water discharge that can not be known by the customer or the officer, the mistake of recording, the error of input process by the officer, and the difficulty of identification of the water meter condition. By using Waterflow sensors that have a function to detect water discharge, Arduino is technically able to function as an open-source single-board micro controller, designed to facilitate the use of electronics in various fields. Using the concept of IoT (Internet of Things) and also supported with android application which is one of the development of technology that can be utilized as user interface. This research produces a watermeter that can transmit data using IoT concepts for the process of recording or sending data to the server. The system generated from the research that has been done can be said to be stable by looking at the precision value of 100%, the recall value of 75% and the accuracy of 75%. KeywordsPDAM, Arduino, Waterflow Sensor, Internet of Things, Water. Abstrak : PDAM adalah perusahaan milik daerah yang bergerak pada bidang distribusi air bersih. Saat ini hampir keseluruhan PDAM yang masih menggunakan sistem pencatatan meter air secara manual. Petugas datang langsung ke rumah- rumah pelanggan untuk mencatat angka yang ada di meter air. Tapi dengan cara ini sering timbul masalah-masalah diantaranya : kecepatan aliran debit air yang tidak dapat diketahui oleh pelanggan maupun petugas, kekeliruan pencatatan, kesalahan proses input oleh petugas, serta sulitnya identifikasi kondisi meteran air. Dengan menggunakan Waterflow sensor yang mempunyai fungsi untuk mendeteksi debit air, didukung Arduino yang Secara teknis dapat berfungsi sebagai pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Menggunakan konsep IoT (Internet of Things) dan juga didukung dengan aplikasi android yang merupakan salah satu perkembangan teknologi yang bisa dimanfaatkan sebagai user interface. Penelitian ini menghasilkan sebuah watermeter yang dapat mengirimkan data menggunakan konsep IoT untuk proses pencatatan atau pengiriman data ke server. Sistem yang dihasilkan dari penelitian yang sudah dilakukan dapat dikatakan stabil dengan melihat nilai precision sebesar 100%, nilai recall sebesar 75% dan accuracy sebesar 75%. Kata kunciPDAM, Arduino, Waterflow Sensor, Internet of Things, Air. I. PENDAHULUAN Bagi Air merupakan kebutuhan pokok manusia dan mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya. Di perkotaan, pelayanan jasa air bersih umumnya diselenggarakan oleh pemerintah melalui PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). PDAM mempunyai cara untuk mengetahui jumlah air bersih yang digunakan warga/penduduk dengan memasang meteran pada pipa air yang masuk ke rumah-rumah. Selanjutnya, setiap bulan akan ada petugas PDAM yang mendatangi rumah penduduk dan mencatat volume air yang digunakan di masing-masing rumah penduduk. Setelah proses pencatatan selesai, PDAM akan melakukan penghitungan terhadap penggunaan air selama satu bulan. Saat ini PDAM masih menggunakan meteran air manual. Pada penggunaan meteran air tersebut terdapat beberapa masalah yang banyak terjadi, antara lain: masalah kekeliruan pencatatan, kesalahan proses input hasil pencatatan, serta tidak lengkapnya informasi yang terdapat pada watermeter manual sehingga sulit untuk mengidentifikasi ketika ada masalah yang terdapat pada debit saluran air maupun yang terdapat pada alat yang digunakan. Seperti yang dilansir oleh tribunkaltim.co.id pada tanggal 6 Juni 2013 banyak warga di jalan Pelita IV, Sambutan, Samarinda. Bahwa sekitar 200 pelanggan PDAM mengeluhkan tentang air yang tidak mengalir