Jurnal Geosains Kutai Basin Volume 3 Nomor 1, Februari 2020 E-ISSN 2615-5176 Geofisika FMIPA UNMUL 1 PENENTUAN TITIK EPICENTER DAN HYPOCENTER SERTA PARAMETER MAGNITUDE GEMPABUMI BERDASARKAN DATA SEISMOGRAM 1 Deni Bulo, 1,2 Djayus, 1,2 Supriyanto, 3 Benny Hendrawanto 1 Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Mulawarman 2 Laboratorium Geofisika, Fakultas MIPA, Universitas Mulawarman 3 Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Balikpapan *Corresponding Author: deni.bulo@gmail.com ABSTRAK Provinsi Banten merupakan daerah yang dekat dengan zona pertemuan dua lempeng atau biasa disebut dengan zona konvergen. Di selatan provinsi Banten terdapat pertemuan lempeng benua dengan lempeng samudera yaitu lempeng Eurasia yang menunjam lempeng Indo-Australia. Oleh karena itu daerah pulau Jawa bagian selatan rawan akan terjadinya gempa yang disebabkan oleh gesekan antara dua lempeng tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan kajian lokasi titik epicenter dan hypocenter gempa serta parameter magnitude gempa Lebak Banten 23 Januari 2018 dengan origin time adalah 06:34:55 UTC. Pada penentuan lokasi titik epicenter digunakan hukum Laska dengan menggunakan data awal tiba gelombang P dan gelombang S pada stasiun-stasiun geofisika yang terdekat dengan pusat gempa sedangkan untuk mengetahui lokasi hypocenter atau pusat gempa digunakan metode Geiger untuk mengetahui kedalaman pusat gempa tersebut sama dengan menentukan lokasi epicenter dalam menentukan lokasi hypocenter digunakan data awal tiba gelombang P dan gelombang S pada stasiun-stasiun geofisika yang terdekat dengan pusat gempa. Mengetahui berapa besar kekuatan gempa maka digunakan persamaan empiris tiap parameter magnitude yaitu Magnitude Lokal, Broad-band Body Wave Magnitude, Magnitude Permukaan dan Magnitude Momen. Hasil dari penentuan lokasi epicenter menggunakan hukum Laska diketahui bahwa gempa tersebut berada pada koordinat Latitude -7.09 LS dan Longitude 106.03 BT sedangkan dengan menggunakan metode Geiger diketahui pusat gempa berada pada kedalaman 40 Km bumi. Masing-masing parameter magnitude diketahui Magnitude Lokal sebesar 5,22 MLv, Broad-band Body Wave Magnitude sebesar 5,42 mB, Magnitude Permukaan sebesar 5,75 Ms dan Magnitude Momen 5,71 Mw. Dengan demikiaan gempa Lebak Banten 23 Januari dikategorikan sebagai gempa dangkal oleh letak pusat gempanya dan gempa sedang (Moderate Earthquake) oleh kekuatan magnitudo gempanya. Kata Kunci: Gempabumi Lebak Banten 23 Januari 2018, Hukum Laska, Metode Geiger, Parameter Magnitude. 1. PENDAHULUAN Wilayah Indonesia yang merupakan zona pertemuan dari lima lempeng tektonik utama, Lempeng Eurasia dan Lempeng Filipina di utara, Lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng India di barat dan Lempeng Pasifik di timur. Akibat pertemuan lempeng sebagian besar wilayah Indonesia masuk dalam zona subduksi yang ditandai dengan sering terjadinya gempa tektonik dan gempa vulkanik dan Indonesia masuk dalam jalur vulkanik atau gunungapi (ring of fire).