Journal on Education Volume 06, No. 02, Januari-Februari 2024, pp. 12720-12732 E-ISSN: 2654-5497, P-ISSN: 2655-1365 Website: http://jonedu.org/index.php/joe Kajian Banjir dan Perubahan Dasar Sungai Banger Akibat Penutupan Regulator Gate, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah Sandhi Akhmad Juliadi 1 , Indratmo Soekarno 2 , Widyaningtias 3 , Eka Oktariyanto Nugroho 4 , Arno Adi Kuntoro 5 , Teguh Purnama Sidiq 6 , Sella Lestari Nurmaulia 7 , Cayekti Widigdo 8 1,2,3,4,5,6,7 Bandung Institute of Technology, Jl. Ganesa No.10, Lb. Siliwangi, Kec. Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 8 Bappeda Kota Pekalongan, Jl. Sriwijaya No.44, Podosugih, Kec. Pekalongan Bar., Kota Pekalongan, Jawa Tengah nugrohoeka@itb.ac.id Abstract In the regional development system of Central Java Province, the provincial government designates Pekalongan City as one of the strategic areas for economic growth. Despite its significant potential, Pekalongan City still needs to find solutions to reduce recurrent flooding. Floods in Pekalongan City are caused by tidal waves (rob) and overflow from rivers. According to the City Planning and Development Agency (Bappeda) of Pekalongan, in the year 2020, flooding covered an area of 1,177.86 hectares. To address the flood issue, the government has implemented several flood control infrastructures in Pekalongan City, including regulator gates and parapet embankments. The construction of these regulator gates aims to control the flow entering the Loji River system, redirecting the entire flow towards the Banger River in the future. This study simulates floods in the Pekalongan City area to assess the impact of the construction of regulator gates and river embankments, particularly around the Banger River using HEC-RAS 6.4 divided into 4 scenarios. The simulation is conducted with flood discharges for return periods of 25 years and 50 years. The results of this study indicate that the flood-affected area before the construction of the regulator gate was 710.06 hectares, and after the construction, the flooded area reduced to 363.02 hectares. The remaining floods occur at the mouth of the Banger River, but after the addition of parapet embankments through normalization, flooding in Pekalongan City can be resolved. Keywords: Pekalongan, Flood, Regulator Gate, Parapet, HEC-RAS Abstrak Dalam sistem pengembangan daerah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah provinsi menetapkan Kota Pekalongan sebagai salah satu wilayah strategis untuk pertumbuhan ekonomi. Meskipun memiliki potensi yang signifikan, Kota Pekalongan masih perlu mencari solusi untuk mengurangi banjir yang merupakan masalah berulang. Banjir di Kota Pekalongan disebabkan oleh gelombang pasang (rob) dan luapan banjir yang terjadi di sungai- sungai yang melintasi kota. Menurut Bappeda Kota Pekalongan, pada tahun 2020 terjadi genangan banjir seluas 1.177,86 hektar. Untuk mengatasi masalah banjir, pemerintah telah membuat beberapa infrastruktur pengendalian banjir di Kota Pekalongan, diantaranya regulator gate dan tanggul parapet. Pembangunan regulator gate ini bertujuan untuk mengatur aliran yang masuk ke sistem Sungai Loji, sehingga kedepannya seluruh aliran ke Sungai Banger sepenuhnya. Studi ini mensimulasikan banjir di wilayah Kota Pekalongan untuk menilai dampak pembangunan regulator gate dan tanggul sungai khususnya di sekitar Sungai Banger menggunakan HEC-RAS 6.4 dengan dibagi menjadi 4 skenario. Simulasi dilakukan dengan debit banjir periode ulang 25 tahun dan 50 tahun. Hasil studi ini menunjukkan area terkena banjir sebelum pembangunan regulator gate adalah 710,06 hektar, dan setelah pembangunan regulator gate, area banjir berkurang menjadi 363,02 hektar. Banjir yang tersisa terjadi di muara Sungai Banger, tetapi setelah normalisasi penambahan tanggul parapet dilakukan, banjir di Kota Pekalongan dapat diselesaikan. Kata Kunci: Pekalongan, Banjir, Regulator Gate, Tanggul Parapet, HEC-RAS Copyright (c) 2024 Sandhi Akhmad Juliadi, Indratmo Soekarno, Widyaningtias, Eka Oktariyanto Nugroho, Arno Adi Kuntoro, Teguh Purnama Sidiq, Sella Lestari Nurmaulia, Cayekti Widigdo Corresponding author: Eka Oktariyanto Nugroho Email Address: nugrohoeka@itb.ac.id (Jl. Ganesha No. 10, Bandung, Indonesia) Received 2 January 2024, Accepted 9 January 2024, Published 17 January 2024 PENDAHULUAN Secara Topografi Kota Pekalongan terletak di dataran rendah pantai utara Pulau Jawa dengan ketinggian lahan antara 0 - 6 meter dpl. Keseluruhan wilayah berada pada kemiringan lereng 0-8%.