JURNAL CHRISTIAN HUMANIORA Vol. 6, No. 2, Nopember 2022, pp. 87 - 101 p-ISSN: 2598-6317- e-ISSN: 2599-1965 http://e-journal.iakntarutung.ac.id/index.php/humaniora 87| Korespondensi mengenai artikel dapat dilakukan kepada: *Yulian Anouw, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Papua Email: anouwyulian55@gmail.com KEPEMIMPINAN RUMAH TANGGA SUKU MEREE KAIMANA Yulian Anouw 1*) , Korneles Viktor Ohoiwutun 2) 1,2 Fakultas Teologi, Universitas Kristen Papua Abstrak: Abstrak Suku Meree secara tradisional telah membangun pola kehidupan rumah tangga secara turun temurun. Kemampuan kepemimpinan dalam suku Meree bersifat alamiah. Khusus dalam membangun sebuah rumah tangga, suami adalah pemimpin tertinggi, kepala keluarga, sedangkan istri berstatus sebagai ibu rumah tangga. Salah satu aspek dalam konteks kepemimpinan, suami selaku kepala dan pemimpin rumah tangga. Sikap dan perilaku sangat berpengaruh terhadap anggota keluarga (istri dan anak-anak) dan dalam membangun kesejahteraan rumah tangga. Kata kunci: keluarga kristen, bertanggung jawab, suku meree Abstract: The Meree tribe has traditionally built a pattern of household life from generation to generation. Leadership abilities in the Meree tribe are natural. Especially in building a household, the husband is the highest leader, the head of the family, while the wife is a housewife. One aspect in the context of leadership is the husband as the head and leader of the household. Attitudes and behavior are very influential on family members (wife and children) and in building household welfare. Keywords: christian family, responsible, of meree PENDAHULUAN Keluarga adalah lembaga yang pertama yang ada di dunia ini. semua bermula dari keluarga, baik itu pendidikan, ilmu atau iman. Keluarga Kristen adalah bagian integral dari keluarga-keluarga 1 dalam masyarakat yang plural. Dalam hal ini tentunya keluarga Kristen juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam pembangunan masyarakat yang madani, adil dan sejahtera. Tentunya hal ini harus senantiasa di bangun atas dasar kesadaran dan apresiasinya akan eksistensinya sebagai ciptaan Allah yang istimewa. Ada tanggung jawab dalam setiap keluarga Kristen untuk memberi kontribusi positif dalam pembentukan masyarakat yang teratur, damai dan sejahtera. Alkitab (secara khusus kitab Kejadian) dengan tegas dan lugas mendeskripsikan 1 Septi Mulyanti Siregar and Nadiroh Nadiroh, “Peran Keluarga Dalam Menerapkan Nilai Budaya Suku Sasak Dalam Memelihara Lingkungan,” Jurnal Green Growth Dan Manajemen Lingkungan 5, no. 2 (2017): 28, https://doi.org/10.21009/jgg.052.04.