E-ISSN: 2613-9103 J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Volume 10, Nomor 2, Desember 2022: 100 104 100 PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGELOLA LIMBAH POPOK BAYI MENJADI PUPUK KOMPOS DAN MEDIA TANAM BERKUALITAS Varidho Bagus Ari S.S 1 ,Azhmi Irtsan Rasyidin 2 ,Maylita Hasyim 3 1,2,3 Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung varidhob@gmail.com 1 , rasyidinazhmi@gmail.com 2 , maylita.hasyim@gmail.com 3 ABSTRAK Popok bayi sering digunakan pada anak bayi atau balita. Popok yang sering digunakan adalah popok sekali pakai. Karena sekali pakai setelah itu dibuang dan mengakibatkan banyak sampah popok bayi tersebut. Semakin tinggi angka kelahiran maka semakin tinggi popok bayi yang digunakan, semakin tinggi popok yang digunakan maka semakin tinggi juga sampah yang dihasilkan. Waktu yang digunakan untuk mengurai sampah popok bayi sangat lama,yaitu 250-500 tahun agar terurai sempurna. Karena itulah perlu adanya pengolahan ulang popok bayi menjadi hal yang bisa dimanfaatkan lagi.Salah satunya adalah pemanfaatan limbah popok bayi sebagai pupuk kompos dan media tanam. Dengan kandungan yang ada pada limbah popok bayi,bisa kita olah kembali agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan media tanam.Popok bayi memiliki kandungan hydrogel yaitu gel yang dapat menyerap air atau menyimpan air.Pupuk kompos dan media tanam dari limbah popok bayi sangatlah mempunyai banyak manfaat bagi tanaman.Karena yang dipakai adalah limbah popok yang sudah dipakai maka terdapat kandungan lain yaitu urin. Kandungan zat dalam urin antara lain adalah sampah nitrogen, asam hipurat, ionion elektrolit, hormone, dan sebagainya. Maka dari itu kandungan urin pada limbah popok bayi ini bisa juga digunakan sebagai pupuk setelah dilakukan fermentasi untuk mengurai senyawa organiknya. Kata kunci: pemanfaatan popok bayi sebagai pupuk kompos dan media tanam, kandungan popok bayi, Tingginya pemakaianpopok bayi PENDAHULUAN Popok bayi sering digunakan pada anak bayi atau balita. Popok yang sering digunakan adalah popok sekali pakai. Karena setelah dipakai dibuang dan mereka tidak perlu bersusah payah untuk mencuci dan menjemur tumpukan popok bayi seperti pada masa orang tua mereka dulu. (Sandra & Morika, 2019).Popok sekali pakai menjadi pilihan yang paling populer bagi orang tua karena popok mudah di gunakan, tidak harus mencucinya, tanpa memikirkan efek samping yang akan terjadi termasuk bakteri dan jamur, disamping itu juga terdapat bahan kimia yang menyebabkan kemerahan karena kondisi yang lembab dan tersedianya faktor pendukung kehidupan jamur yang menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan anak, di sebabkan diapers yang tidak steril atau kekeliruan dalam penggunaannya.(Lita, 2017) Semakin tinggi angka kelahiran maka semakin tinggi popok bayi yang digunakan, semakin tinggi popok yang digunakan maka semakin tinggi juga sampah yang dihasilkan. (Nawawi, 2019) Pemakaian popok bayi yang sangat tinggi tentunya mengakibatkan tingginya limbah popok bayi. Tingginya limbah ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu adanya solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Popok bayi memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk kompos dan media tanam. Kandungan terbesar pada popok bayi diantaranya adalah hidrogel.hidrogel superabsorben adalah jenis hidrogel yang memiliki kapasitas mengabsorbsi air (swelling) yang mencapai 100 hingga 1000 kali bobot keringnya melalui ikatan hidrogen. Karena daya serapnya yang relatif tinggi ,HSA dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, misalnya di bidang kimia untuk pemekatan larutan, di bidang kesehatan untuk drug delivery sistem dan