Vol. 4 No. 2 April 2020 JURNAL ILMIAH KOHESI 159 PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP RETURN ON ASSETS PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 - 2018 1 SINTA USWATUN HASANAH, 2 IBROHIM, 3 DINA KHAIRUNA SIREGAR UNIVERSITAS BINA BANGSA 1 sintauswah94@gmail.com, 2 ibrohim@binabangsa.ac.id, 3 dinak_siregar@yahoo.co.id ABSTRACT Manufacturing industry is one of the mainstay sector in Indonesia. However, in recent years the performance of Indonesia manufacturing sector is experiencing slowdown. Implementation of Corporate Social Responsibility disclosure, managerial ownership and institutional ownership will maintain the existence of the manufacturing company as it will impact the company's productivity so that it will impact the company's performance. This research was conducted to determine the influence of Corporate Social Responsibility disclosure, managerial ownership and institutional ownership towards Return On Assets. This research uses a quantitative approach. This research sample amounted to 185 consisting of 37 companies. Statistical testing using multiple linear regression analyses with a significance rate of 5%. The results of the T Corporate Social Responsibility test show that T counts 4.444 > T table 1.97316 so that hypotheses 1 is acceptable. Unlike the managerial holdings that show the value of the Count T-1569 < t table 1.97316 and its institutional ownership with T count- 1.302 < t table 1.97316 so that hypotheses 2 and 3 are rejected. The F test results indicate that the F count 8.335 > F table 2.65 so that the 4 hypothesis was received. Keywords : Corporate Social Responsibility (CSR), Managerial Ownership, Institutional Ownership, Return On Assets (ROA) PENDAHULUAN Latar Belakang Industri manufaktur merupakan sektor andalan dalam perekonomian Indonesia. Namun, kinerja sektor manufaktur Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan. Badan Pusat Statistik dalam Grace Olivia (2019) mencatat, pada tahun 2017, pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,27%, dibawah kinerja ekonomi Indonesia 5,07%. Data terakhir BPS per akhir kuartal-III 2018 menunjukkan pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,33%, saat pertumbuhan PDB mencapai 5,17%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja industri manufaktur membutuhkan perhatian lebih lanjut. Penurunan kinerja sektor ini perlu diwaspadai karena bisa jadi merupakan indikasi runtuhnya masa kejayaan manufaktur di Indonesia. Diperlukan suatu upaya untuk mendorong keberlangsungan hidup perusahaan manufaktur agar dapat tetap mempertahankan eksistensinya sebagai sektor andalan. Hal yang dapat meningkatkan nilai perusahaan adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Konsep CSR memungkinkan perusahaan untuk mengungkapkan berbagai sumbangsih yang telah dilakukan perusahaan dari berbagai aspek. Dari sisi sosial, reputasi dan brand image akan meningkat dan dari sisi lingkungan, perusahaan akan mampu melebarkan akses sumberdaya. Keberlanjutannya kemudian akan mendorong kemajuan perusahaan sehingga memiliki kekuatan untuk bertahan dalam industri. Selain Corporate Social Responsibility, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional juga berperan penting. Adanya kepemilikan manajerial akan menyejajarkan kepentingan antara pihak perusahaan dan pihak manajemen. Adapun kepemilikan institusional berperan sebagai pengawas eksternal yang dapat meminimalisir konflik antara investor dengan manajer.