57 EFISIENSI PEMANFAATAN KUNING TELUR EMBRIO DAN LARVA IKAN MAANVIS (Pterophyllum scalare) PADA SUHU INKUBASI YANG BERBEDA Utilization Efficiency of Yolk Egg on Maanvis (Pterophyllum scalare) Embryos and Larvae in Different Incubation Temperatures T. Budiardi, W. Cahyaningrum dan I. Effendi Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Kampus Darmaga, Bogor 16680 ABSTRACT This study was performed to determine the efficiency of yolk egg utilization in embryos and larvae, hatching rate, incubation time to hatch, and growth rate of maanvis ( Pterophyllum scalare) larvae incubated at room remperature, 27 o C, and 30 o C. Results of study showed that yolk egg utilization efficiency of embryos and larvae incubated at 30 o C was 73.70% and 0,18%, respectively, and no different with that of room and 27 o C incubation temperatures. Hatching rate of eggs incubated at 30 o C (84.75%) was also same with that of other treatments. However, incubation time to hatch (27.41 hours) was shorter than that of other treatments. The growth rate by length of larvae (2.16%) and survival rate (75.28%) incubated at 30 o C was also higher compared with that of other treatments. Thus, in general, optimum temperature for egg hatching and larval rearing of maanvis was 30 o C. Keywords: maanvis, Pterophyllum scalare, egg yolk, larvae, embryo, temperature ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi pemanfaatan kuning telur pada embrio dan larva, derajat penetasan, lama inkubasi telur hingga menetas, dan laju pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva ikan maanvis (Pterophyllum scalare) yang diinkubasi pada suhu ruang, 27 o C dan 30 o C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi pemanfaatan kuning telur bila diinkubasi pada suhu 30 o Csebesar 73,70% pada fase embrio dan 0,18% pada fase larva, dan tidak berbeda dengan suhu ruang dan 27 o C. Demikian juga dengan derajat penetasan telur (84,75%) tidak berbeda dengan perlakuan lainnya. Sementara itu, lama inkubasi telur hingga menetas (27,41 jam) lebih cepat dibandingkan dengan suhu inkubasi perlakuan lainnya. Demikian juga dengan laju pertumbuhan panjang (2,16%) dan kelangsungan hidup larva (75,28%) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dengan demikian, secara umum suhu optimal untuk penetasan dan pemeliharaan larva ikan maanvis adalah 30°C. Kata kunci: ikan maanvis, Pterophyllum scalare, kuning telur, larva, embrio, suhu PENDAHULUAN Ikan maanvis termasuk jenis ikan hias yang mudah stress dan terserang penyakit serta mempunyai masa kritis terutama pada masa larva (Ismuranty, 1993). Periode kritis larva ikan maanvis terjadi antara umur 6-15 hari yang merupakan masa peralihan antara endogenous feeding dengan exogenous feeding. Kematian diduga karena kemampuan larva untuk mengambil pakan dari luar rendah yang berkaitan dengan pembentukkan organ-organ pemangsaan yang rendah sebagai akibat dari penggunaan kuning telur yang tidak efisien. Efisiensi pemanfaatan dilihat dari pemanfaatan kuning telur yang dikonversikan menjadi jaringan tubuh (Heming & Buddington, 1998) dan akan bernilai maksimal pada suhu normal (Blaxter, 1969). Meningkatnya suhu akan mempercepat kelangsungan metabolisme (Forsberg & Jurnal Akuakultur Indonesia, 4 (1): 5761 (2005) Available : http://journal.ipb.ac.id/index.php/jai http://jurnalakuakulturindonesia.ipb.ac.id