Pendidikan, Kecerdasan Buatan, dan Keterasingan Oleh: Gilang Alfian Rizki gilangalfianrizki@mail.ugm.ac.id Pendahuluan Hari ini pendidikan jamak dipahami sebagai sebuah ritus transfer pengetahuan dari guru dan murid di sebuah tempat yang dikenal sebagai sekolah. Hal tersebut tidak sepenuhnya keliru. Sekolah pada awalnya dibentuk dari kata Yunani "skhole" yang berarti waktu senggang. Karena pada praktiknya dahulu, Plato, Socrates, hingga Konfusious memang melakukan 'transfer' pengetahuan dan memberikan pengajaran bagi bangsawan di waktu senggang mereka. Sekolah berfungsi sebagai tempat pengajaran moralitas, intelektual, dan keterampilan yang mendukung dan berkontribusi pada masyarakat mereka kala itu. Perkembangan sekolah sebagai sebuah institusi formal mulai terlihat pada abad pencerahan. Kemudian semakin berkembang pada era revolusi industri di abad 18-19. Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat membuat sekolah memperbanyak subjek-subjek pengajarannya dan mulai merancang sistem pengajaran dalam bentuk struktur kurikulum. Pendidikan yang awalnya bersifat elitis dan terbatas pada masyarakat yang memiliki keistimewaan, bertransformasi menjadi lembaga yang bisa diakses masyarakat luas. Sekolah mengalami pergeseran yang awalnya adalah lembaga moral-spiritual menjadi bagian infrastruktur ekonomi dan politik. Salah satu penyebabnya adalah adanya permintaan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era revolusi industri. Dewasa ini sistem pendidikan mengalami banyak transformasi, terlebih masuknya teknologi dan informasi di abad 21. Hadirnya perangkat teknologi, gawai, komputer dan yang terbaru Artificial Intellegent (AI) membantu menciptakan ruang belajar yang mampu diakses semua orang secara luas dan fleksibel. Dalam sistem pengajaran, lompatan ini tidak lepas dari kondisi pandemi Covid-19. Ia menjadi semacam katalisator perkembangan teknologi di bidang pendidikan dan proses pembelajaran (Kang, 2021). Kelas yang awalnya monoton dan menetap, berubah menjadi lebih fleksibel dengan hadirnya platform yang mewadahi praktik-praktik pembelajaran jarak jauh. AI/ kecerdasan buatan juga menjadi wahana baru untuk menanyakan apa pun yang terkadang tidak mampu terfasilitasi oleh guru dan sekolah. Hal tersebut telah mengubah interaksi antara siswa dan guru di kelas dewasa ini.